Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Oktober 2012

Here, I will always pray for you

This song was written on Wednesday afternoon, 10th October 2012 and the music was composed in the same day, dedicated to teachers from Mahajiravuds School; Lili, Ev, Oen, Megh, Supawi and their students; Namwhan, Nisrine, Prae, Nada, Mook, Tien, Top tan, If, Smart, and Toto. (Sorry for mistyped names) :)

Title       : Here, I will always pray for you

 My friends, Ooo my true friends…
Don’t ever forget all of us here…

You have come, but only in a very short time…
But you have brought many meanings into my life…
And now, you are going to be gone…
Leaving all memories in my mind…

                There, you there, spend your time for your dreams
                To reach the better and the brighter future
                Here, I will always pray for you
                For you, pray for me, and pray for us here





 ORIGINAL SONG IN BAHASA INDONESIA

Title       : Disini ku kan slalu berdoa

Sahabat… Sahabat sejatiku...
Jangan lupakan aku disni...

Kau datang hanya sekejap...
Namun telah banyak beri arti...
Dan kini kau akan pergi...
Meninggalkan semua kenangan ini...

                Disana kau lanjutkan cita-cita
                Demi meraih masa depan lebih cerah
                Disini ku kan slalu berdoa
                Untuk dirimu, diriku, dan kita semua

Sabtu, 14 April 2012

KESETARAAN GENDER

Bolehkah perempuan memimpin negara?

Perbedaaan laki-laki dan perempuan masih menyimpan beberapa masalah, baik substansi kejadian maupun peran yang diemban dalam masyarakat. Perbedaan anatomi biologis antara keduanya cukup jelas, namun efek yang timbul akibat perbedaan itu menimbulkan perdebatan, karena ternyata perbedaan jenis kelamin melahirkan seperangkat konsep budaya.

Al-Qur'an mempersilahkan kepada kecerdasan-kecerdasan manusia didalam menata pembagian peran laki-laki dan perempuan. Manusia mempunyai kewenangan untuk menggunakan hak-hak kebebasannya dalam memilih pola pembagian peran gender yang lebih adil.

Al-Qur'an mengakui adanya perbedaan ( distinction ) antara laki-laki dan perempuan, tetapi perbedaan tersebut bukanlah perbedaan ( discrimination ) yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain. Perbedaan tersebut dimaksudkan untuk mendukung misi pokok Al-Qur'an, yaitu terciptanya hubungan harmonis yang didasari rasa kasih sayang ( mawaddah wa rahmah ) dilingkungan keluarga, sebagai cikal bakal terwujudnya komunitas ideal dalam suatu negeri yang damai penuh ampunan Tuhan ( baldat-un thayyibat-un wa rabb-un ghafur ). 

Kualitas individu laki-laki dan perempuan dimata Tuhan tidak ada perbedaan. Amal dan prestasi keduanya sama-sama diakui Tuhan, keduanya sama-sama berpotensi untuk memperoleh kehidupan duniawi yang layak, dan keduanya mempunyai potensi yang sama untuk masuk surga!

Sumber dan referensi dari buku Dr. Nasaruddin Umar, MA. "Argumen Kesetaraan Gender".

Sabtu, 31 Maret 2012

SABAR & IKHLAS

Sabar dan Ikhlas merupakan satu pembelajaran yang terasa berat bagi kita. Namun jika dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan maka akan menciptakan sebuah kedamaian dan kecintaan terhadap diri sendiri. Semakin kita sabar dan ikhlas, kita akan lebih dapat menerima dan menghargai apa yang kita punyai, dari pada memaksa bahwa kehidupan akan sama persis seperti apa yang kita inginkan.

Tanpa kesabaran dan keikhlasan kehidupan akan menjadi luar biasa frustasi, kita akan lebih mudah diabaikan, diganggu dan disakiti. Dimana kehidupan ini tak selamanya seperti apa yang kita harapkan, sehingga dengan kesabaran dan keikhlasan kita dapat menemukan ketenangan bathin.

Rabu, 28 Maret 2012

MARI BERPIKIR POSITIF!

Pikiran positif membuat kita tampil sebagai orang yang bermotivasi. Orang yang mempunyai motivasi akan lebih disukai orang lain dan kita akan memperoleh manfaat besar dalam kehidupan sosial kita. Menggunakan pikiran positif disemua situasi akan membuka lebih banyak pilihan jalan bagi kita, dimana kita akan lebih banyak mendapat cara-cara baru mengerjakan sesuatu, maupun memunculkan ide-ide baru dan kesempatan-kesempatan baru. Sementara orang lain hanya duduk menyalahkan dan membiarkan kehidupan menenggelamkan mereka.

Berpikir positif memberi kita kemampuan melihat kemungkinan-kemungkinan positif disetiap situasi dan keadaan. Ketika kita mengamati setiap situasi dan membentuk suatu opini, kita melakukannya melalui saringan-saringan mental kita. Kita menggunakan pengalaman-pengalaman masa lalu, keyakinan positif yang kita ciptakan dalam pikiran kita dimana orang lain hanya melihat hal-hal negatifnya saja.

Memang semua tidak semudah teori dengan memandang positif disegala situasi maupun keadaan, namun tak ada salahnya kita mencoba untuk berpikir positif disetiap masalah-masalah yang kita hadapi. Pikiran positif akan mengalirkan energi-energi positif dalam kehidupan kita, dimana pikiran itu akan lebih menentramkan kehidupan kita!

Sabtu, 31 Desember 2011

Apakah kita harus sempurna?

Saya dilahirkan sbg seorang laki-laki. Saya diciptakan Allah melalui rahim seorang ibu yang begitu menyayangi dan mendukung saya. Sejak kecil saya dididik untuk mandiri, percaya diri, dan selalu bersyukur dengan segala kekurangan dan kelebihan, dengan semua perjuangan hidup dan hasil yang telah saya raih. Hingga akhirnya saya dewasa dan bertemu orang-orang baru yang telah banyak memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana menjalani hidup yang baik.

Namun apa itu sudah cukup mampu memberi kenyamanan agar kita dihargai dalam kehidupan?
Sering kali kita terpaku pada kekurangan dan kelebihan yang membuat kita tak bisa dikatakan sempurna, bahkan terkadang banyak yang mempermasalahkan ketidaksempurnaan. Dengan segala tuntutan, ultimatum, dan komentar negatif yang kadang sedikit menyesakkan hati, beberapa orang menganggap begitu pentingnya sebuah kesempurnaan. Saya pikir, semua ada kurang lebihnya, dan dalam kehidupan semua orang mampu menjadi dirinya sendiri untuk saling melengkapi segala kekurangan dengan kelebihan yang ada. Karena ketika bicara tentang kesempurnaan kita tak bisa menghakimi orang begitu saja, kekurangan bukanlah untuk saling menjatuhkan, dan kelebihan bukan untuk disombongkan. Namun kesempurnaan itu datang ketika kita mampu menyatukan itu semua.

Banyak sekali orang  diluar sana yang mengalami keadaan seperti itu, kita bisa ambil contoh dalam kehidupan percintaan. Semua orang menginginkan kesempurnaan dalam diri pasangannya, tanpa berpikir apa mereka sudah sempurna untuk pasangan mereka. Sehingga dalam hati kita pun bertanya, "Apakah kita harus sempurna?". Pertanyaan itu ada karena memang begitu besar efek dari pernyataan negatif mereka terhadap kondisi kita. Saya ingin memberikan semangat dan pemikiran positif bahwa kita adalah makhluk yang diciptakan dengan segala keterbatasan diri yang jauh dari kata sempurna, tapi percaya lah bahwa perjalanan hidup ini masih panjang, masih ada waktu untuk kita merubah kekurangan kita menjadi sebuah kelebihan dan pastinya semua akan indah pada waktunya.
Tidak perlu berkecil hati dengan keadaan kita, Allah pasti memberikan yang terbaik. Mari kita gapai asa itu dilangit Tuhan bersama-sama!

Selasa, 30 Agustus 2011

KOREKSI DIRI KITA, SEBELUM MENGOREKSI ORANG LAIN!


Dalam kehidupan masyarakat, kita tak bisa lepas dari cara pandang orang. Terlebih jika itu menyangkut baik dan buruknya penilaian orang. Padahal kita semua tahu, semua pasti ada kurang dan lebihnya. Namun sering kali kita lebih asyik bicara kekurangannya saja, apalagi jika kekurangan itu ada pada diri orang lain. Maka, kita pun akan semakin menggebu untuk terus mencari-cari kekurangan tersebut. Sedangkan pernahkah kita berpikir, bagaimana dengan kekurangan kita?

Mungkin saking asyiknya menilai atau mengoreksi kesalahan/kekurangan orang lain kita sendiri lupa untuk mengoreksi kekurangan pada diri kita, sudah baikkah kita dimata orang lain? Dan apa kita sudah lebih baik dari orang yang kita koreksi?
Pernahkah juga kita berpikir bagaimana sakitnya hati orang yang kita nilai buruk tersebut jika penilaian kita ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang ada?
( Aduuh….memang susah ya menjaga hati….. L )

Sebenarnya cukup sederhana saja dalam berpikir jika kita mampu menyadari setiap kekurangan pada diri kita, anggaplah penilaian orang menjadi sebuah kritikan untuk kita perbaiki. Namun juga janganlah egois dan sombong jika kita sudah merasa benar, karena belum tentu juga pandangan orang lain terhadap kita sama dengan apa yang kita pikirkan.
Yang harus dan perlu kita tanamkan adalah cobalah untuk selalu berpikir positif/husnudzon, liatlah apa yang ada dalam diri kita sebelum melihat apa yang ada dalam diri orang lain. Bisa jadi kita menilai orang lain buruk hanya karena didasari ego dan rasa iri kita terhadap pencapaian orang lain. Seharusnya kita bisa menjadikan kekurangan orang lain itu sebagai ladang pahala bagi kita, dimana kita harus lengkapi dengan kelebihan yang kita punya. Bukan malah sebaliknya, dimana itu menjadi alat untuk saling menilai dan menjatuhkan.

Mari kita sama-sama menginstropeksi diri kita terlebih dahulu, dimana masih terlalu banyak kekurangan disana-sini yang harus kita benahi. Sugestikan pada pikiran kita bahwa kita masih belum lebih baik dari mereka, dan yang harus kita lakukan adalah terus belajar untuk menjadi lebih baik!

Selasa, 24 Mei 2011

ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN

Dalam kehidupan ini sering kali kita menuntut HAK kita, tapi apakah kita sudah benar-benar melaksanakan KEWAJIBAN kita?

Perbincangan dan perdebatan tentang mana yang harus diutamakan antara HAK dan KEWAJIBAN hingga kini kerap muncul dengan berbagai latar kondisi dan argumentasinya...

Terlepas dari apa yang harusnya diutamakan dan didahulukan, biasanya kita akan lebih antusias dan bersemangat bila mengarahkan kata KEWAJIBAN itu bagi orang lain diluar diri kita, sehingga tak jarang muncul banyak tuntutan bagi orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita nilai sebagai bentuk dari kewajibannya. Tak jarang juga muncul berbagai kritikan hingga penilaian kita kepada orang lain ketika dianggap tidak bisa menjalankan kewajibannya(menurut penilaian kita).

Sementara ketika kita membicarakan kata HAK, biasanya akan lebih nyaman dan menyenangkan bila kata ini diarahkan pada diri kita, untuk kita. Sehingga tak heran muncul banyak tuntutan yang kali ini kita tujukan kepada orang lain yang dianggap tidak bisa, tidak mampu dan tidak mau memberikan hak-hak kita yang kita anggap harus kita dapatkan sebagai orang yang tidak adil dan tidak bijaksana.

Sekarang bagaimana bila HAK itu kita tujukan pada orang-orang diluar diri kita, sedangkan KEWAJIBAN itu kita tujukan pada diri kita terlebih dahulu?
Atau intinya lakukanlah kewajiban-kewajiban kita, baru kita akan mendapat hak kita, dan kita bisa meminta dan menuntut hak kita bila kewajiban kita sudah dilakukan.

BUKAN TENTANG SIAPA KITA, TAPI BAGAIMANA KITA UNTUK KEHIDUPAN

Ada orang yang menganggap dirinya hebat, tapi hebat untuk siapa?
Ada orang yang menganggap dirinya pantas jadi pemimpin, tapi pantas menurut siapa dan akan memimpin siapa?

Ya, mungkin itu sebuah contoh pertanyaan yang slalu muncul dalam pikiran kita.
Kita hidup bukan untuk mencari sebuah nama besar, jabatan, maupun harta. Tak peduli apa profesi kita, entah itu Presiden, Pejabat/Menteri, Artis, Dokter, Guru, Pengacara, atau seorang anak jalanan sekalipun, bagaimana kita untuk kehidupan?
Pernahkah kita berpikir, apa yang sudah kita berikan untuk kehidupan ini, baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negara ini?
Ataukah kita hanya mencari sesuatu didalam profesi kita tanpa memperdulikan mereka yang membutuhkan kita?

Sungguh disayangkan apabila ada seorang pemimpin lebih mementingkan sebuah nama besar dan jabatannya dari pada memberikan manfaat untuk rakyatnya, harusnya mereka melihat dan meringankan penderitaan rakyatnya bukan malah menari-nari diatas penderitaan rakyatnya.

Apa jadinya juga jika dokter maupun ahli kesehatan yang hanya memikirkan karier dan profesinya tanpa memperhatikan pasien yang butuh pertolongannya? Semua serba dengan materi, hanya dipegang sedikit saja pasien sudah harus mengeluarkan uang. Bagaimana dengan pasien yang tak mampu membayar?
Apakah mereka tak berhak mendapatkan pelayanan kesehatan?
Apakah peri kemanusiaan sudah tertutup oleh karier dan profesi yang sukses?

Ataukah seorang pengacara yang dengan sekuat tenaga membela maupun menutupi sebuah kesalahan yang sudah jelas itu salah hanya karena mendapat proyek dan sebuah nama besar yang mengharuskan mereka memenangi sebuah kasus?
Apakah kebenaran bisa dibeli dengan harta demi menutup sebuah kesalahan?

Ya, semua itu hanyalah contoh saja... dan tak ada yang salah dengan Profesi mereka, yang membedakan hanya pada setiap individunya saja..
Dan bagaimana dengan anda?

Sadarilah, bahwa jabatan/profesi yang kita jalani adalah amanat dan harus kita pertanggung jawabkan baik didunia dan diakherat nanti...
So, Mari jadikan hidup ini lebih bermakna dengan memberikan manfaat untuk orang lain...
Bukan tentang siapa kita didunia ini, tapi bagiamana kita untuk kehidupan ini....

Rabu, 18 Mei 2011

InsyaALLAH.., itu aku....

Aku hanya mau jadi orang baik..
Melakukan kebaikan agar orang lain mendapatkan manfaat..
Jika aku tak mampu, janganlah aku melakukan kejahatan, atau kejahatan dalam kebaikan, biarlah aku diam andai aku belum bersedia...

Kini aku lemah, namun tak pula aku ingin jadi lemah selama-lamanya...

Aku harap aku kan kuat, dan aku mohon sangat-sangat biar aku jadi kuat untuk buat kebaikan...
Dengan itu aku berusaha, dan ENGKAU saja tempatku mengadu, karna KAU teman yang setia...

Ya ALLAH..ridhoilah daku...

Rabu, 20 April 2011

WANITA IDAMAN...

Siapa seh yg gak ingin punya istri cantik, baik, bahkan seksi?
Semua pria pasti juga ingin istri yg seperti itu, tapi apakah kecantikan fisik menjamin kebahagiaan dihari esok?
Apakah yg cantik berarti jg sholehah?
Terkadang malah yg cantik itu bagaikan racun, sedang yg jelek bagaikan madu..
Nah, sekarang tinggal kitanya dalam memilih... setiap manusia pasti ada kurang lebihnya...
Agar tak salah dalam memilih kita harus pandai-pandai menentukan kriteria wanita yg akan menjadi pendamping hidup kita kelak, tak perlu terlalu baik dan bukan berarti jg yg jelek... cukup yg sedang-sedang saja, yg penting hati merasa cocok dan nyaman..
Perlu diketahui juga, harta paling berharga bagi seorang pria adalah WANITA SHOLEHAH... begitupun dg wanita, mereka jg pasti ingin mendapatkan PRIA SHOLEH, dg begitu kebahagiaan dunia dan akheratlah yg ingin mereka capai....

Bagaimana dg anda?

Kalau aku sendiri tak ingin terlalu banyak memilih, cukup yg sedang-sedang saja.. Siapapun jodoh yg diberikan ALLAH pasti ku akan terima dg rasa syukur...
Tapi tiap orang jg pasti mempunyai kriteria masing-masing dalam menentukan wanita idamannya, dan kalau boleh menentukan kriteria ku juga mempunyai kriteria utk wanita pendamping hidupku kelak..
1. Wanita Sholehah
2. Menutup Auratnya/berjilbab
3. Taqwa dan CINTA pada ALLAH SWT
4. Mempunyai jiwa kasih sayang terhadap sesama, terlebih pada keluarganya
5. Tegar, tak mudah mengeluh dalam kondisi apapun
6. Setia pada diri sendiri dan suami
7. Mampu menjaga kepercayaan dan kehormatan
8. Pandai bersyukur dan menghargai apa yg ada
9. Bertanggung jawab atas takdirnya sbg wanita

Apakah itu terlalu muluk?
Kriteria itu tak harus semua ada kog, karena pasti susah mendapatkan apa yg seperti kita inginkan.
Toh pasti ALLAH lebih tau mana yg terbaik buat kita, so kriteria itu hanya sebagai perencanaan saja.. hasil akhirnya tetap ALLAH yg menentukan...

Selasa, 19 April 2011

HIDUP HARUS MEMPUNYAI TARGET...

Apa target hidupmu utk masa depan?
Kapan kamu akan mewujudkan targetmu itu?

Pertanyaan cukup simple tapi akan ada berbagai jawaban dari setiap orang...

Ya, semua orang yg berusaha pasti mempunyai target masa depan yg harus dicapai.. entah itu karir, jodoh, maupun yg lainnya, baik yg bersifat jangka pendek maupun jangka panjang...
Semua pasti sedang merencanakan dan berusaha utk mewujudkannya dari sekarang...

Begitu juga aku, di umur yang masih terbilang muda ini (he..he..masih imoet euy..) ku telah mencanangkan target utk masa depanku.. dan saat ini sedang dalam proses mewujudkannya...

Targetku cukup simple kog, dikisaran umur 20-30th ku pengen berusaha untuk hidupku nanti... hingga saat umurku sudah melebihi 30th nanti tinggal menikmati hasil dari usahaku selama ini...

Apakah itu terlalu muluk?
Ada pertanyaan juga kapan target mencari pendamping hidup dan menikahnya?

Hmm...utk yg satu ini sebenarnya ku masih sedikit malas mikir, tapi jg bukan berarti ku gak memikirkannya...
Hanya saja utk masalah satu ini belum menjadi prioritas utama, toh kata my MOM "Wanita lebih banyak dari pada pria, so tenang saja pasti akan kebagian. Yg terpenting km sukses dulu, nanti juga kamu gak perlu susah-susah nyari karena wanita itu yg akan datang mencarimu..."
Siaaaaaapppp mom, doakan slalu anakmu ini yaaaaa.......mohon doa restunya....hehe

Yg pasti targetku utk sekarang adalah seleseiin kuliah ini dulu dan berusaha sekuat tenaga utk menggapai kesuksesan diusia dibawah 30th, setelah semua tercapai baru target selanjutnya adalah sebelum usia 50th harus sudah naik HAJI...Amiiin.
Utk nikah, ku tak terlalu menargetkan kapan...asal ALLAH telah memberikan jodohnya kapan saja InsyaALLAH siap....

Selasa, 12 April 2011

ARTI HIDUP

Ada yg bilang, " HIDUP itu utk MATI"

Ya memang kehidupan pasti akan berujung pada kematian, tapi semua kembali pada bagaimana kita menjalani dan mengisi kehidupan kita. Dan semua yg kita tanam pasti akan kita petik hasilnya dikemudian hari, yg penting jadikanlah hidup berguna bagi orang lain.

Intinya, kita bisa hidup didunia ini sudah menjadi sebuah anugerah dari ALLAH SWT yg tak bisa diungkapkan dg kata-kata. Sudah sepantasnya kita mensyukuri kehidupan ini dan tidak menyia-nyiakan kesempatan hidup yg kita miliki, karena kita tak pernah tau sampai kapan kita akan hidup.

Kapan saja hidup kita bisa berhenti, tak kenal usia, tua, muda, lelaki, maupun perempuan. Kita harus siap utk mempertanggung jawabkan hidup kita, maka dari itu selagi masih diberikan nafas persiapkanlah bekal kita utk disana nanti. Jangan sampai datang sebuah penyesalan yg tak mungkin kita utk memperbaiki.

HASRAT UNTUK BERUBAH

Setiap orang pasti punya pengalaman hidup masing-masing, ada yg baik, ada yg buruk, bahkan mungkin ada yg memalukan.
Orang bijak pasti paham bahwa "Pengalaman adalah guru terbaik" sehingga mereka tidak akan pernah menginginkan pengalaman buruk terulang kembali.
"Belajar dari pengalaman" bukan berarti melulu belajar dari pengalaman pribadi, tetapi juga bisa belajar dari pengalaman orang lain, meskipun tidak semua orang suka pengalaman buruknya diketahui orang lain bahkan dijadikan bahan pelajaran. Oleh karena itu, kecenderungan manusia adalah berusaha sedapat mungkin melupakan segala pengalaman hidup yg kurang menyenangkan.

Tapi saya mencoba berpikir sebaliknya.
Pengalaman-pengalaman hidup saya justru banyak saya tampilkan apa adanya, tak terkecuali pengalaman hidup yg seharusnya tidak saya ungkit-ungkit lagi.
Saya sadar betapa sulit memunculkan niat utk mau berubah, namun bagaimana pun juga hal itu harus dilakukan. Kalau kita benar-benar memahami, menghayati, dan mengamalkan secara sungguh-sungguh dan konsisten, kita akan menemukan apa yg disebut HIDUP BERMAKNA.

MASA LALU, MASA SEKARANG, DAN MASA DEPAN

Hmm...masa lalu adalah sebuah kenangan, memberikan pembelajaran tentang bagaimana hidup, memberikan warna tentang sebuah kehidupan.
Terkadang kita masih terpaku akan kejadian masa lalu, entah itu pahit, manis, maupun asam.
Sudahlah...hidup tak akan kembali ke belakang, hidup kita akan terus berlanjut utk masa sekarang & masa yg akan datang... banyak hal yg bisa kita petik dari masa lalu, bukan berarti kita tak harus melupakannya... cukup ambil sisi positifnya saja.... dan lanjutkan hidupmu....

Kita semua pasti mempunyai gambaran tentang kehidupan yg kita jalani, berawal dari sebuah mimpi hingga akhirnya menjadi kenyataan..itu jika kita mau berusaha utk mewujudkan, jika tidak mimpi akanlah tetap menjadi mimpi...yg ada hanyalah hayalan belaka....
Kita bisa menggambarkan betapa terjalnya jalan yg harus kita tempuh utk menuju pada mimpi-mimpi itu, tapi janganlah takut utk mencoba kawan... raihlah impianmu... dan jangan menyerah.....
Kita bisa jika kita mau... kita mampu jika kita yakin... imposible is nothing....
Mari kita rangkai mimpi kita sebagai tujuan yg harus kita gapai, cari celah selagi masih ada kesempatan... susuri jalan yg harus kau tempuh, walaupun itu berat.. pahit.. dan terkadang jg menjatuhkan... segera berdiri jika jatuh, segera perbaiki jika salah... jadikan diri lebih baik lagi...

Semua orang ingin berhasil, tapi hanya mereka yg mau berusaha dan pantang menyerahlah yg akan jadi pemenang... BUKAN mereka yg malas maupun suka mengeluh...
Ku juga punya sejuta mimpi yg ingin terus aku wujudkan menjadi sebuah kenyataan... berlari dan terus berlari meskipun harus jatuh bangun.... karena hidup tak lepas dari sebuah usaha dimana ku ingin selalu tersenyum utk duniaku....
Semua orang mampu utk sukses, termasuk aku, kamu, maupun mereka... tapi yg membedakan hanyalah bagaimana usaha kita utk menggapai kesuksesan itu... BUKANLAH hasil... sehingga pada akhirnya nanti KESUKSESAN itu menjadi sebuah PENCAPAIAN...
Tetap semangat kawan, hidup kita hanya kita sendiri yg bisa menentukan mau dibawa kemana... nikmatilah setiap prosesnya....

Senin, 11 April 2011

MY DAD : SEMUA HANYA FASILITAS!

Sore tadi sepulang ku dari kampus babe sedang nyuci mobilnya didepan rumah, setelah membuka pintu gerbang buat aku babe pun melanjutkan menyemprot mobilnya dg air.
Aku pun memasukkan mobil ke halaman rumah, dan setelah keluar ku lihat mobil yg baru aza aku pakai terlihat kotor setelah seharian kehujanan dijalan. Sebenarnya dalam hati ingin bilang "Be, sekalian dunkz mobil yg satu.." tapi itu hanya aku pendam dalam hati. Akhirnya akupun masuk ke rumah utk meletakkan tas dan berganti pakaian. Setelah itu keluar kembali utk ikut mencuci mobil bareng babe. Ku tunggu babe utk menyelesaikan menyemprot, utk kemudian gantian ku pake alat penyemprotnya. Nah, sambil mencuci mobil masing-masing kami pun berbincang-bincang kecil.


AKU : Wuah..kalau hujan terus gini jadi rajin cuci mobil tiap hari be, bisa-bisa catnya luntur dicuci mulu.

BABE : Jangan pakai sabun, cukup disemprot dan dilap pakai tangan saja.

AKU : Oke deh be..

BABE : (sambil perhatiin ku nyemprot mobil) Kalau anak 5 pengen punya mobil satu-satu bisa tekor & gak muat garasinya, mobilnya buat keluarga & gantian aza.

AKU : Siiip deh be, besok ni mobil dipakai ade aza. Ku kalau udah sukses pengen punya rumah & beli mobil sendiri be...

BABE : (Sambil ngelap mobil babe pun mulai bercerita..) Dulu ayah tu kalau sekolah hanya jalan kaki, motor aza belum punya. Hanya nebeng temen, itupun uang saku cari sendiri dari jualan kelapa dipasar. Baru setelah kuliah bisa beli motor vespa tua hasil dari uang tabungan sendiri, kakek gak beliin. Ayah apa-apa usaha sendiri, kerja aza kakek kamu tidak tau.

AKU : (Dengerin sambil menyemprot mobil..)

BABE : Sekarang kamu apa-apa sudah ada, motor, mobil, hp, leptop, semua tinggal bilang "pak, minta ini.."
Dulu ayah juga tidak pernah menyangka bisa bikin rumah seperti ini, beli 2 mobil + motor utk kamu sama ade-ade kamu, dan bisa membiayai hidup & kuliah kamu sama ade-ade kamu...seharusnya kamu bersyukur bisa menggunakan semua itu, liat mereka yg kurang mampu.

AKU : Iya be.. (dalam hati, "waduh..dpt wejangan neh..hehe)

BABE : Semua demi membantu & memfasilitasi sekolah kamu sama ade-ade kamu, bukan malah jadi tempat menyombongkan diri pada yg lain. Semua masih milik Ayah-Ibu yg dititipkan pada kamu sama ade-ade kamu utk dirawat & dijaga. Walaupun nanti ayah-ibu tak akan memintanya kembali, semua demi anak.

AKU : (terdiam sambil meresapi setiap omongan babe..)

BABE : Ayah bisa seperti ini karena usaha, berdoa, & ikhtiar kepadaNYA. Sekarang tinggal kamu sendiri, semua fasilitas sudah mendukung kamu utk berusaha. Paling tidak kamu harus "sembada/gentleman", jangan hanya bergantung & berharap pada Orang tua.

AKU : Iya be..(dalam hati berucap, "InsyaALLAH ku gak akan mengecewakan")


Babe pun telah selesai mengelap mobilnya & memasukkan k garasi, ku masih mengelap mobil sambil meresapi & merenungi ucapan-ucapan babe tadi. Dalam hati ku berucap,"Ku akan buktikan kalau ku bisa be..ku gak akan mengecewakan!"
Setelah selesai mobil segera aku masukin garasi, kemudian mandi & bersiap sholat maghrib.
Sungguh suatu wejangan yang amat berharga disore ini, thanks Dad!

Selasa, 15 Maret 2011

SEPENGGAL KISAH MASA LALU (Siti Nubaya part 3)

Pernah ku merasakan terbang tinggi, tapi saat itu juga ku terjatuh...
Bagaikan tak berguna, disamakan dengan orang yang memang lebih baik dari pada aku. Sungguh penilaian tak adil, tapi memang itulah kehidupan...
Orang baik dilihat dari pencapaiannya...

Berawal dari sebuah cerita cinta yang indah, namun selalu berakhir dengan kesedihan...
Apa yang salah?
Apa ku tak layak untuk mencinta?
Atau apakah ku tak pantas untuk dicinta?
Tapi..yang ku tau cinta itu indah, dan akan selalu indah bagi mereka yang menjalaninya...

Sampai kapan Siti Nurbaya akan berganti zaman?
Masihkah cinta harus terkekang dengan pilihan orang tua?
Atau memang jalan takdir seperti itu yang ALLAH berikan?

Diiringi dengan tetesan air mata, sebuah cerita cinta pun kembali tertulis dengan penuh kesedihan...
Canda, tawa, bahagia pun kini telah berubah menjadi jerit, tangis, dan menjadikan satu kenangan...
Satu cerita cinta tentang 2 insan yang tak pernah bisa menyatu...dengan judul SITI NURBAYA part 3...

Banyak hal yang bisa ku ambil pelajaran, dan 1 hal yang tertanam dalam hidupku...dimana pencapaian hidup adalah bahan penilaian orang lain terhadap hidup kita...
Jika kamu belum mencapai sesuatu dalam hidupmu, kamu masih bukanlah siapa-siapa...
Dan ketika kamu telah berhasil dalam hidup, kamu akan dipandang & lebih dihargai keberadaanmu...

"Kesuksesan adalah sebuah pencapaian", aku suka dengan kata itu...
Dan ku akan buktikan pada mereka kalau ku memang BISA...hidupku sekarang bukan untuk kemarin....

Seperti kata bang Bepe20 : Jangan pernah berhenti bermimpi, karena mungkin suatu saat nanti mimpi kita akan menjadi kenyataan...

Sabtu, 12 Maret 2011

FENOMENA AKHWAT FACEBOOKERS


Suatu hari saat chatting YM, saat aku belum memiliki akun FB..
”Ada FB ga?”
”Ga ada. Adanya blog multiply. perempuanlangitbiru.multiply.com..”
Tak berapa lama kemudian.
”Kok foto di MPmu (multiply, red), anak kecil semuanya siih?? Fotomu mana?”, tanya seorang akhwat yang baru dikenal dari forum radiopengajian.com.
”Itu semua foto keponakanku yang lucu.. ”, jawabku.
Suatu hari di pertemuan bulanan arisan keluarga..
“De’ kok di FBmu ga ada fotomu siih??”, tanya kakak sepupu yang baru aja ngeadd FB-ku.
“Hehe.. Ntar banyak fansnya..”, jawabku singkat sambil nyengir.
Suatu siang di pertemuan pekanan..
“Kak, foto yang aku tag di FB diremove ya? Kenapa kak??”, tanya seorang adik yang hanya berbeda setahun dibawahku..
“He..”, jawabku sambil senyum nyengir yang agak maksa.
Suatu malam di rumah seorang murid.
”FBmu apa?? Saya add ya..”, tanya bapak dari muridku.
Setelah add FBku sang bapak bertanya: ”Kok ga ada fotonya siih??”
Aku hanya bisa ber-hehe-ria.
Dari beberapa kejadian itu, aku hanya bisa menyimpulkan bahwa yang pertama kali dilihat orang ketika meng-add FB seseorang adalah fotonya. Entahlah apa alasannya, mungkin memang ingin tahu bagaimana wajah sang pemilik akun FB, padahal kan yang di add biasanya yang sudah dikenal. Lantas jika memang sang empunya akun tidak memajang foto dirinya di FB, langsung deh jadi bahan pertanyaan, bahkan untuk seorang akhwat sekalipun.
Jika ditilik-tilik, fenomena foto akhwat yang bertebaran di dunia maya nampaknya sudah bukan barang asing lagi. Kita dengan mudah menemuinya termasuk di FB. FB yang merupakan suatu situs jejaring sosial begitu berdampak besar bagi pergaulan masyarakat dunia, pun termasuk pergaulan di dunia ikhwan akhwat.
Maraknya foto akhwat yang bertebaran di FB, membuat LDK (Lembaga Da’wah Kampus) suatu kampus ternama harus membuat peraturan yaitu tidak memperbolehkan akhwat aktivis da’wah kampus memajang foto dirinya di FB. Tentu saja banyak reaksi yang muncul dari peraturan dan kebijakan itu, mulai dari yang taat menerima dengan lapang dada sampai ada juga yang mem’bandel’. Namun apalah arti sebuah peraturan jika memang kita tidak mengetahui fungsi dan tujuannya dengan benar, dapat dipastikan peraturan hanya untuk dilanggar jika ditegakkan tanpa kepahaman.
****
Di suatu pertemuan para akhwat aktivis da’wah kampus..
”Ayolaaah,, foto bareng..”, rayuku sebagai fotografer ketika terheran-heran melihat seorang akhwat yang tidak mau ikut foto, menjauhi kumpulan akhwat yang siap-siap berpose.
Selidik punya selidik ternyata akhwat tersebut kapok untuk difoto karena fotonya beredar di FB padahal dia ga punya FB. Fotonya bisa beredar di FB karena teman-teman satu jurusan mengunduh foto momen bersama di FB yang tentu saja ada dirinya di dalam foto itu. Padahal saat itu, aku belum punya FB (hanya memiliki blog di multiply) dan tidak terbersit sedikit pun berniat untuk mempublish foto itu di dunia maya, yaaa hanya untuk disimpan di folder pribadiku. Foto kebersamaan dengan para saudari seperjuangan yang bisa membangkitkan semangat di saat-saat tak bersemangat, hanya dengan melihatnya.
Jika diperhatikan dengan seksama, ternyata benar bahwa orang-orang termasuk akhwat sudah terbiasa berkata: ”Nanti jangan lupa di upload n di tag in di FB ya..” setelah melakukan foto bersama.
Benar saja! Di suatu kesempatan berselancar di dunia maya, di saat aku akhirnya memutuskan membuat akun FB, melihat-lihat, berkunjung ke FB para akhwat, dan ternyata benar saja foto-foto akhwat dengan mudah dilihat para pengguna FB yang telah menjadi temannya. Aku yang memiliki kepribadian idealis-pemimpi agak terkejut juga melihat hal itu, secara baru terjun di dunia perFBan. Terkejut karena kecantikan para akhwat dengan mudah dinikmati oleh orang lain. Aku agak bingung juga harus bagaimana melihat fenomena akhwat facebook-ers. Ada kekhawatiran apakah terlalu idealisnya pikiranku yang mungkin sebenarnya mengunduh foto sudah menjadi hal yang biasa saja di kalangan para akhwat. Itulah realita yang ada. Entah apa yang melatarbelakangi para akhwat akhirnya mengunduh foto pribadinya atau bersama rekan-rekannya di FB.
Hingga akhirnya pada suatu hari, terjadilah sebuah percakapan:
”Kenapa siih yang dilarang majang foto itu cuma akhwat? Kenapa ikhwan juga ga dilarang?? Bukannya sama aja ya?? Sama-sama bakalan dinikmati kecantikan atau kegantengannya kan??”, tanyaku bertubi-tubi kepada seorang saudari yang sepemikiran denganku tentang fenomena foto akhwat di FB.
”Ya beda-lah.. Coba kita liat para cewek yang ngefans sama artis-artis cowok Korea, mereka cuma ngeliat cowok Korea itu sekadar suka-suka yang berlebihan.. Udaaaah,, hanya sebatas suka ngeliat. Tapi kalo cowok yang ngeliat foto cewek, itu beda. Kamu tau kan kalo daya lihat para cowok itu berbeda?? Ada pemikiran-pemikiran tertentu dari para cowok ketika melihat seorang cewek bahkan hanya sekadar foto.”
Hmm.. yayaya.. Memang aku pernah mendengar bahwa daya lihat seorang laki-laki itu 3 dimensi. Laki-laki bisa membayangkan dan memikirkan hal-hal yang abstrak diluar dari yang dia lihat. Bahkan katanya lagi, seorang laki-laki bisa saja memikirkan seorang perempuan tanpa berbusana hanya karena melihat seorang perempuan yang berbusana mini berlalu di hadapannya. Namun kebenaran itu belum bisa kubuktikan karena aku hanyalah seorang perempuan biasa bukan seorang laki-laki.
Pantas saja Allah memerintahkan kita untuk menahan pandangan, seperti dalam firman-NYA:
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. . . . .” [QS. An-Nuur : 30-31]
Ayat ini turun saat Nabi Shalallahu a’laihi wassalam pernah memalingkan muka anak pamannya, al-Fadhl bin Abbas, ketika beliau melihat al-Fadhl berlama-lama memandang wanita Khats’amiyah pada waktu haji. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa al-Fadhl bertanya kepada Rasulullah Shalallahu a’laihi wassalam, “Mengapa engkau palingkan muka anak pamanmu?” Beliau Shalallahu a’laihi wassalam menjawab, “Saya melihat seorang pemuda dan seorang pemudi, maka saya tidak merasa aman akan gangguan setan terhadap mereka.”
Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa yang diperintahkan untuk menahan pandangan bukan saja laki-laki namun juga perempuan. Untuk itu, sudah seharusnya kita menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak seharusnya kita pandang.
Lalu apa hubungannya dengan pemajangan foto di dunia maya??
Jika dulu kasus menjaga pandangan hanya karena bertemu dan bertatap langsung, namun saat ini sudah lebih canggih lagi, tanpa bertemu dan bertatap pun, godaan menahan pandangan itu tetap ada. Ya! Bisa jadi dengan banyaknya bertebaran foto akhwat di dunia maya, itulah godaan terbesar. Buat para ikhwan, harus mampu menahan pandangan di saat berselancar di dunia maya, di saat-saat kesendirian berada di depan layar komputer ataupun laptop. Kondisikan hati terpaut dengan Allah saat-saat kesendirian, jangan sampai kita menikmati foto akhwat yang bertebaran di dunia maya. Buat para akhwat, yang memang merupakan godaan terbesar bagi para ikhwan, akankah kita terus menciptakan peluang untuk membuat para ikhwan ter’paksa’ memandangi foto-foto pribadi kita?
****
Kejadian demi kejadian yang kutemukan di dunia maya begitu banyak menyadarkanku akan pentingnya seorang akhwat menjaga dirinya untuk tidak mudah mengupload foto dirinya di dunia maya.
Beberapa hari belakangan ini, ketika sedang mencari desain kebaya wisuda untuk muslimah berjilbab di mesin pencari google, diri ini dipertemukan dengan sebuah blog yang bernama ’jilbab lovers’. Pecinta jilbab. Ya! Sesuai namanya, di blog itu berisi hampir semuanya adalah foto-foto muslimah berjilbab dengan berbagai pose. Di antara beberapa foto muslimah berjilbab itu, aku temukan 3 komentar yang mengomentari foto seorang gadis, aku akui gadis dalam foto itu sungguh cantik, memenuhi kriteria wanita cantik yang biasanya dikatakan sebagian besar orang. Beginilah kurang lebih komentar 3 orang laki-laki pada foto gadis itu dengan sedikit perubahan:
” Itu baru namanya gadis .. cantik nan islami.. sempuuuuurnaaaa… salam kenal..”
”Subhanallah ada juga makhluk Allah seperti ini ya..”
”Subhanallah..”
Jika kita lihat ke-3 komentar diatas, bisa dilihat bahwa komentarnya begitu islami dengan kata-kata Subhanallah namun juga menyiratkan bahwa sang komentator begitu menikmati kecantikan sang gadis di dalam foto. Hal ini menandakan bahwa siapapun yang melihat foto itu memang pada akhirnya akan menikmati kecantikan sang gadis berjilbab. Allahurobbi,, akankah kita -para akhwat- rela jika kecantikan diri kita dapat dengan bebas dinikmati oleh orang lain yang belum halal bagi kita bahkan belum kita kenal?
Mungkin akan ada sebagian dari kita -para akhwat- yang akan menepisnya: ”Aaahh,, itu kan foto close up. Kalo foto bareng-bareng ya gpp donk??”
Hmm.. ada satu lagi yang kutemukan di dunia maya mengenai foto muslimah berjilbab. Pernah suatu hari, ketika diri ini mencari gambar kartun akhwat untuk sebuah publikasi acara LDF (Lembaga Da’wah Fakultas) di mbah google, kutemukan foto muslimah berjilbab yang sudah diedit sedemikian rupa hingga menjadi sebuah gambar porno. Memang gambar itu tidak kutemukan langsung diawal-awal halaman pencarian google, tapi berada di halaman kesekian puluh dari hasil pencarian keyword yang aku masukkan. Terlihat foto wajah sang muslimah begitu kecil (kuduga dicrop dari sebuah foto) dan dibagian bawah wajah sang muslimah berjilbab diedit dengan dipasangkan foto/gambar sesuatu yang seharusnya tidak diperlihatkan. Naudzubillahimindzalik..
Bagaimana perasaan kita jika seandainya melihat foto diri kita sendiri yang sudah diedit menjadi gambar porno dan dinikmati oleh orang banyak di dunia maya? Atau bagaimana perasaan kita jika ada kerabat dekat yang melihat foto kita yang sudah diedit sedemikian rupa menjadi gambar porno?
Semoga saja hal ini tidak menimpa diri kita. Ya Rabb,, bantu kami –para akhwat- untuk menjaga kemuliaan diri kami..
Mungkin kita bisa mengambil teladan dari kejadian di bawah ini…
Suatu ketika, diri ini menemukan blog (multiply, red) seorang ustadz. Dalam blog itu, terlihat foto sang ustadz bersama ketiga anaknya yang masih kecil, tanpa terlihat ada istrinya. Di bawah foto itu diberi keterangan:”mohon maaf tidak menampilkan foto istri saya..”
Dari situ aku ambil kesimpulan bahwa sang ustadz sepertinya memang tidak ingin menampilkan foto sang istri. Bisa jadi karena begitu besar cintanya terhadap sang istri, maka tak boleh ada yang menikmati kecantikan sang istri selain dirinya, begitu dijaga sekali kemuliaan istrinya. Ya Rabb,, semoga kami -para akhwat- bisa menjaga kemuliaan diri kami..
Mungkin kita bisa mengambil hikmah dari kejadian di bawah ini…
Baru saja kemarin, di perkampungan multiply, MP, ada berita bahwa ada seorang ikhwan yang tiba-tiba minta ta’aruf dengan seorang akhwat padahal belum kenal sang akhwat dan hanya melihat foto sang akhwat di FB. Huufffhh.. ada-ada aja..
Jika diliat dari akar masalahnya mungkin berasal dari foto sang akhwat di FB, bukan begitu??
Jadi, apa yang akan kita –para akhwat- lakukan setelah ini??
****
Tulisan ini dipublish terutama ditujukan pada diri sendiri sebagai seorang akhwat yang masih harus terus belajar menjaga kemuliaan diri serta untuk saling mengingatkan para facebookers yang lain. Semoga kita bisa menjaga kemuliaan diri kita sebagai seorang akhwat ketika berada di dunia maya. Ketika kita -para akhwat- ingin mengupload foto pribadi atau bersama sahabat seperjuangan di dunia maya, tanyakan lagi pada hati kita: untuk apa foto itu dipublish di dunia maya, timbangkanlah masak-masak sebelum menguploadnya, lebih banyak manfaat atau mudharatnya. Tentunya bukan hanya masalah foto yang terpampang di dunia maya yang mengharuskan kita menjaga kemuliaan diri tapi juga ketika kita berinteraksi di dunia maya, entah melalui comment ataupun fasilitas chat yang bersifat lebih privacy.
”Kejahatan itu bukan hanya sekadar berasal dari niat seseorang untuk berbuat jahat tapi karena ada kesempatan. Waspadalah..Waspadalah..”
Semangat bermanfaat!
Jadikan dunia maya sebagai ladang amal kita!

CIRI ORANG BESAR MEMULAI PERUBAHAN


Pagi yang indah selalu dihadirkan Allah SWT untuk kita yang memiliki keterpautan hati dan bisa merasakan betapa besar Cinta-Nya pada hambanya. Mata yang masih bisa melihat Keindahan itu, udara yang masih bisa kita hirup, aliran darah dan denyut nadi yang masih bisa kita rasakan, menunjukkan jika kita masih diberi eksistensi oleh-Nya. Rasulullah SAW yang melihat umatnya dari syurga Firdaus-Nya, mendoakan kita yang tak kenal letih memperjuangkan risalah dakwah untuk kejayaan Islam di Bumi Allah ini. Semoga kelak kita semua dikumpulkan bersama Baginda Rasul dan para keluarga serta sahabat.
Terkadang kita ini terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk sesuatu di luar diri kita. Juga terlalu banyak energi dan potensi kita untuk memikirkan selain diri kita, baik itu merupakan kesalahan, keburukan, maupun kelalaian. Namun ternyata sikap kita yang kita anggap kebaikan itu tidak efektif untuk memperbaiki yang kita anggap salah. Banyak orang yang menginginkan orang lain berubah, tapi ternyata yang diinginkannya itu tak kunjung terwujud. Kita sering melihat orang yang menginginkan Indonesia berubah. Tapi, pada saat yang sama, ternyata keluarganya ‘babak belur’, di kampus tak disukai, di lingkungan masyarakat tak bermanfaat. Itu namanya terlampau muluk.
Jangankan mengubah Indonesia, mengubah keluarga sendiri saja tidak mampu. Banyak yang menginginkan situasi negara berubah, tapi kenapa merubah sikap adik saja tidak sanggup. Jawabnya adalah: kita tidak pernah punya waktu yang memadai untuk bersungguh-sungguh mengubah diri sendiri. Tentu saja, jawaban ini tidak mutlak benar. Tapi jawaban ini perlu diingat baik-baik. Siapa pun yang bercita-cita besar, rahasianya adalah perubahan diri sendiri. Ingin mengubah Indonesia, caranya adalah ubah saja diri sendiri. Betapapun kuatnya keinginan kita untuk mengubah orang lain, tapi kalau tidak dimulai dari diri sendiri, semua itu menjadi hampa. Setiap keinginan mengubah hanya akan menjadi bahan tertawaan kalau tidak dimulai dari diri sendiri. Orang di sekitar kita akan menyaksikan kesesuaian ucapan dengan tindakan kita.
Boleh jadi orang yang banyak memikirkan diri sendiri itu dinilai egois. Pandangan itu ada benarnya jika kita memikirkan diri sendiri lalu hasilnya juga hanya untuk diri sendiri. Tapi yang dimaksud di sini adalah memikirkan diri sendiri, justru sebagai upaya sadar dan sungguh-sungguh untuk memperbaiki yang lebih luas. Perumpamaan yang lebih jelas untuk pandangan ini adalah seperti kita membangun pondasi untuk membuat rumah. Apalah artinya kita memikirkan dinding, memikirkan genteng, memikirkan tiang yang kokoh, akan tetapi pondasinya tidak pernah kita bangun. Jadi yang merupakan titik kelemahan manusia adalah lemahnya kesungguhan untuk mengubah dirinya, yang diawali dengan keberanian melihat kekurangan diri.
Pemimpin mana pun bakal jatuh terhina manakala tidak punya keberanian mengubah dirinya. Orang sukses mana pun bakal rubuh kalau dia tidak punya keberanian untuk mengubah dirinya. Kata kuncinya adalah keberanian. Berani mengejek itu gampang, berani menghujat itu mudah, tapi, tidak sembarang orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri. Ini hanya milik orang-orang yang sukses sejati. Orang yang berani membuka kekurangan orang lain, itu biasa. Orang yang berani membincangkan orang lain, itu tidak istimewa. Sebab itu bisa dilakukan oleh orang yang tidak punya apa-apa sekali pun. Tapi, kalau ada orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri, bertanya tentang kekurangan itu secara sistematis, lalu dia buat sistem untuk melihat kekurangan dirinya, inilah calon orang besar.
Mengubah diri dengan sadar, itu juga mengubah orang lain. Walaupun dia tidak berucap sepatah kata pun untuk perubahan itu, perbuatannya sudah menjadi ucapan yang sangat berarti bagi orang lain. Percayalah, kegigihan kita memperbaiki diri, akan membuat orang lain melihat dan merasakannya. Memang pengaruh dari kegigihan mengubah diri sendiri tidak akan spontan dirasakan. Tapi percayalah, itu akan membekas dalam benak orang. Makin lama, bekas itu akan membuat orang simpati dan terdorong untuk juga melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Ini akan terus berimbas, dan akhirnya semakin besar seperti bola salju. Perubahan bergulir semakin besar.
Jadi kalau ada orang yang bertanya tentang sulitnya mengubah keluarga, sulitnya mengubah anak, jawabannya dalam diri orang itu sendiri. Jangan dulu menyalahkan orang lain, ketika mereka tidak mau berubah. Kalau kita sebagai ustadz, atau kyai, jangan banyak menyalahkan santrinya. Tanya dulu diri sendiri. Kalau kita sebagai pemimpin, jangan banyak menyalahkan bawahannya, lihat dulu diri sendiri seperti apa. Kalau kita sebagai pemimpin negara, jangan banyak menyalahkan rakyatnya. Lebih baik para penyelenggara negara gigih memperbaiki diri sehingga bisa menjadi teladan. Insya Allah, walaupun tanpa banyak berkata, dia akan membuat perubahan cepat terasa, jika berani memperbaiki diri. Itu lebih baik dibanding banyak berkata, tapi tanpa keberanian menjadi suri teladan. Jangan terlalu banyak bicara. Lebih baik bersungguh-sungguh memperbaiki diri sendiri. Jadikan perkataan makin halus, sikap makin mulia, etos kerja makin sungguh-sungguh, ibadah kian tangguh. Ini akan disaksikan orang.
Membicarakan dalil itu suatu kebaikan. Tapi pembicaraan itu akan menjadi bumerang ketika perilaku kita tidak sesuai dengan dalil yang dibicarakan. Jauh lebih utama orang yang tidak berbicara dalil, tapi berbuat sesuai dalil. Walaupun tidak dikatakan, dirinya sudah menjadi bukti dalil tersebut. Mudah-mudahan, kita bisa menjadi orang yang sadar bahwa kesuksesan diawali dari keberanian melihat kekurangan diri sendiri. Jadi teringat kutipan kata bijak dari sebuah buku seperti ini:
Jadilah kau sedemikian kuat sehingga tidak ada yang dapat mengganggu kedamaian pikiranmu
Lihatlah sisi yang menyenangkan dari setiap hal
Senyumlah pada setiap orang
Gunakanlah waktumu sebanyak mungkin untuk meningkatkan kemampuanmu sehingga kau tak punya waktu lagi untuk mengkritik orang lain
Jadilah kau terlalu besar untuk khawatir dan terlalu mulia untuk meluapkan kemarahan
Satu-satunya tempat dimana kita dapat memperoleh keberhasilan tanpa kerja keras adalah hanya dalam kamus.
Di awal tahun, awal bulan dan awal minggu (Jum’at adalah awal minggu bagi umat Islam), ayo kita semua mulai memperbaiki diri. Suatu karya besar selalu diciptakan oleh orang-orang yang berfikir besar. Namun perubahan besar pasti dimulai dari satu langkah kecil, dan itu dimulai dari diri kita masing-masing.
Wallahualam bishowab

SUDAH DIMANA KITA?


Saya yakin semua kita kenal dengan sebuah permainan yang pemenangnya hanya ditentukan nasib oleh enam sisi dadu. Ya permainan ular tangga kawan!! Untuk memenangkan permainan ini anda tak perlu punya keahlian apa-apa, tak perlu punya keterampilan apa-apa, kecuali mampu mengocok dadu dan melemparkannya, anda bisa menang, atau juga kalah. Ini benar-benar hanya untung-untungan. Kadang hanya dengan tiga empat kali naik tangga, anda sudah ada di lajur teratas, selangkah menuju finish. Tapi lebih sering kita telah jauh berjalan, telah lama berputar-putar, bahkan sudah malas rasanya tangan ini melemparkan dadu, tapi tetap saja kita di situ, progres kita seperti jalan di tempat, kerja kita hanya naik tangga dan dan kemudian menuruni badan ular dari ekor ke kepalanya, tanpa jelas kapan kita akan finish.
Kawan, tanpa kita sadari kadang hidup kita layaknya seperti permainan ular tangga. kadang kita merasa sudah berjalan begitu jauh, sudah menghabiskan begitu banyak bekal, sudah menguras sekian banyak energi, tapi kita sebenarnya masih ada di situ atau bahkan kita kembali mundur. Jalan yang kita tempuh serasa belum mengantar kita kemana-mana. Kerja yang sudah kita lakukan belum sedikit jua membawa perubahan.
Tapi yang paling mengenaskan dan perlu dikasihani adalah mereka yang sudah berjalan jauh, yang sudah menghabiskan sekian banyak bekal, yang sudah mengeluarkan sekian besar tenaga, tak pernah sadar kalau mereka sebenarnya belum kemana-mana. Yang mereka tahu mereka hanya berjalan dan berjalan. Layaknya permainan ular tangga tadi, tak sedikitpun sadar kalau sebenarnya mereka lebih sering menuruni badan ular daripada meniti anak tangga.
Kawan, jika anda berjalan di suatu medan terbuka dan anda dipandu oleh peta, maka perhatikan selalu peta anda untuk memastikan anda tetap laju ke tujuan dan tidak ”mbulet” di tempat yang sama. dalam kenyataannya, jika anda melenceng satu derajat saja, dan anda telah berjalan sejauh 10 kilometer, maka dipastikan anda sudah tersesat sangat jauh. Apatah lagi kalau anda berjalan tanpa peta, tanpa panduan.
Mereka layaknya para pengecut zionis yang merampas tanah palestina. Sejauh ini mereka merasa masih terus berjalan, meneruskan perampokan tanah Palestina, mereka masih merasa terus maju. Tapi sebenarnya mereka tak pernah sadar, bahwa sebenarnya mereka mundur, jauh. Kesakitan mental warganya yang kian hari kian parah namun bersamaan dengan itu mereka sedang membangun mental-mental yang kian garang pada warga palestina dan umat islam.
Atau mereka layaknya para islamofobia di Eropa sana. Yang sampai saat ini mereka masih merasa berjalan maju untuk mematikan islam di Eropa. melarang adzan, melarang muslimah berjilbab, melarang mendirikan masjid, dan makar-makar lainnya. Tapi apa nyata, mereka sebenarnya mundur, jumlah muslim di Eropa berlipat-lipat bertambah tiap tahunnya.
Kawan, mari berhenti sejenak, ambil waktu untuk beristirahat, memeriksa peta kita, mengisi bekal minum kita. periksa lagi perjalanan, sudah sampai di mana kita. Sudah sejauh apa kita berjalan. Sudah sedekat apa kita dengan tujuan kita. Sudah sebesar apa perubahan yang pernah kita torehkan. Jangan sampai kita termasuk orang-orang “yang merasa telah melakukan banyak hal, tapi sebenarnya belum melakukan apa-apa.” Atau lebih parah lagi orang-orang “membanggakan kerja yang dilakukan oleh orang lain”.
Kawan, jangan terlalu lama beristirahat, mari kita berjalan lagi, mari kita beramal lagi. Jalan kita masih panjang, samudera tugas membangun peradaban masih membentang dan HARAPAN ITU MASIH SANGAT ADA.