Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 April 2012

HIDUPLAH DENGAN KEHIDUPAN SEKARANG!

Jangan pernah menyerah kepada hidup kita sampai kita merasa lebih baik!
Hidup kita tak akan pernah berjalan ke belakang, maka jangan pernah siakan hidup kita hanya untuk masa lalu kita. Dan jangan pernah menunda apa yang dapat kita lakukan sekarang, karena jika itu terlewat maka waktu tak akan pernah dapat diputar kembali. Mulailah mengerjakan sesuatu yang selalu kita inginkan, dan nikmatilah setiap proses dengan menemukan sesuatu yang dapat kita nikmati sekarang!

Buatlah daftar kesalahan yang telah kita lakukan dimasa lalu, perbaiki dan jadikan pelajaran dari setiap kesalahan untuk kehidupan kita sekarang yang lebih baik. Jangan biarkan kita terjatuh pada lubang yang sama, karena pastinya kita sudah pernah melewati jalan tersebut. Jadilah kreatif disetiap permasalahan yang ada. Jika kita tak menemukan sesuatu, tariklah nafas. Didalam beberapa menit kita akan benar-benar menghargai nafas yang masih kita hirup sekarang!

Sabtu, 31 Maret 2012

SABAR & IKHLAS

Sabar dan Ikhlas merupakan satu pembelajaran yang terasa berat bagi kita. Namun jika dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan maka akan menciptakan sebuah kedamaian dan kecintaan terhadap diri sendiri. Semakin kita sabar dan ikhlas, kita akan lebih dapat menerima dan menghargai apa yang kita punyai, dari pada memaksa bahwa kehidupan akan sama persis seperti apa yang kita inginkan.

Tanpa kesabaran dan keikhlasan kehidupan akan menjadi luar biasa frustasi, kita akan lebih mudah diabaikan, diganggu dan disakiti. Dimana kehidupan ini tak selamanya seperti apa yang kita harapkan, sehingga dengan kesabaran dan keikhlasan kita dapat menemukan ketenangan bathin.

Rabu, 28 Maret 2012

MARI BERPIKIR POSITIF!

Pikiran positif membuat kita tampil sebagai orang yang bermotivasi. Orang yang mempunyai motivasi akan lebih disukai orang lain dan kita akan memperoleh manfaat besar dalam kehidupan sosial kita. Menggunakan pikiran positif disemua situasi akan membuka lebih banyak pilihan jalan bagi kita, dimana kita akan lebih banyak mendapat cara-cara baru mengerjakan sesuatu, maupun memunculkan ide-ide baru dan kesempatan-kesempatan baru. Sementara orang lain hanya duduk menyalahkan dan membiarkan kehidupan menenggelamkan mereka.

Berpikir positif memberi kita kemampuan melihat kemungkinan-kemungkinan positif disetiap situasi dan keadaan. Ketika kita mengamati setiap situasi dan membentuk suatu opini, kita melakukannya melalui saringan-saringan mental kita. Kita menggunakan pengalaman-pengalaman masa lalu, keyakinan positif yang kita ciptakan dalam pikiran kita dimana orang lain hanya melihat hal-hal negatifnya saja.

Memang semua tidak semudah teori dengan memandang positif disegala situasi maupun keadaan, namun tak ada salahnya kita mencoba untuk berpikir positif disetiap masalah-masalah yang kita hadapi. Pikiran positif akan mengalirkan energi-energi positif dalam kehidupan kita, dimana pikiran itu akan lebih menentramkan kehidupan kita!

Sabtu, 31 Desember 2011

Apakah kita harus sempurna?

Saya dilahirkan sbg seorang laki-laki. Saya diciptakan Allah melalui rahim seorang ibu yang begitu menyayangi dan mendukung saya. Sejak kecil saya dididik untuk mandiri, percaya diri, dan selalu bersyukur dengan segala kekurangan dan kelebihan, dengan semua perjuangan hidup dan hasil yang telah saya raih. Hingga akhirnya saya dewasa dan bertemu orang-orang baru yang telah banyak memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana menjalani hidup yang baik.

Namun apa itu sudah cukup mampu memberi kenyamanan agar kita dihargai dalam kehidupan?
Sering kali kita terpaku pada kekurangan dan kelebihan yang membuat kita tak bisa dikatakan sempurna, bahkan terkadang banyak yang mempermasalahkan ketidaksempurnaan. Dengan segala tuntutan, ultimatum, dan komentar negatif yang kadang sedikit menyesakkan hati, beberapa orang menganggap begitu pentingnya sebuah kesempurnaan. Saya pikir, semua ada kurang lebihnya, dan dalam kehidupan semua orang mampu menjadi dirinya sendiri untuk saling melengkapi segala kekurangan dengan kelebihan yang ada. Karena ketika bicara tentang kesempurnaan kita tak bisa menghakimi orang begitu saja, kekurangan bukanlah untuk saling menjatuhkan, dan kelebihan bukan untuk disombongkan. Namun kesempurnaan itu datang ketika kita mampu menyatukan itu semua.

Banyak sekali orang  diluar sana yang mengalami keadaan seperti itu, kita bisa ambil contoh dalam kehidupan percintaan. Semua orang menginginkan kesempurnaan dalam diri pasangannya, tanpa berpikir apa mereka sudah sempurna untuk pasangan mereka. Sehingga dalam hati kita pun bertanya, "Apakah kita harus sempurna?". Pertanyaan itu ada karena memang begitu besar efek dari pernyataan negatif mereka terhadap kondisi kita. Saya ingin memberikan semangat dan pemikiran positif bahwa kita adalah makhluk yang diciptakan dengan segala keterbatasan diri yang jauh dari kata sempurna, tapi percaya lah bahwa perjalanan hidup ini masih panjang, masih ada waktu untuk kita merubah kekurangan kita menjadi sebuah kelebihan dan pastinya semua akan indah pada waktunya.
Tidak perlu berkecil hati dengan keadaan kita, Allah pasti memberikan yang terbaik. Mari kita gapai asa itu dilangit Tuhan bersama-sama!

Selasa, 16 Agustus 2011

About me :

Aku hanyalah manusia biasa yang tak sempurna...
tapi aku berusaha melakukan hal yang terbaik dalam hidupku sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain...

Kebahagiaanku terletak pada ketentraman hatiku...
aku berusaha untuk mencari penghidupan sehingga suatu saat aku akan menghidupi orang-orang yang aku cintai...


Hidup tidak mudah, dan tidak ada yang instan,..
semua diraih dengan perjuangan dan doa...

Aku selalu ingin melakukan perubahan dan menyukai tantangan baru..
semua itu ku lakukan dengan selalu bergerak, mencari dunia luar, kemudian pulang membawa keberhasilan...

Selasa, 24 Mei 2011

ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN

Dalam kehidupan ini sering kali kita menuntut HAK kita, tapi apakah kita sudah benar-benar melaksanakan KEWAJIBAN kita?

Perbincangan dan perdebatan tentang mana yang harus diutamakan antara HAK dan KEWAJIBAN hingga kini kerap muncul dengan berbagai latar kondisi dan argumentasinya...

Terlepas dari apa yang harusnya diutamakan dan didahulukan, biasanya kita akan lebih antusias dan bersemangat bila mengarahkan kata KEWAJIBAN itu bagi orang lain diluar diri kita, sehingga tak jarang muncul banyak tuntutan bagi orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita nilai sebagai bentuk dari kewajibannya. Tak jarang juga muncul berbagai kritikan hingga penilaian kita kepada orang lain ketika dianggap tidak bisa menjalankan kewajibannya(menurut penilaian kita).

Sementara ketika kita membicarakan kata HAK, biasanya akan lebih nyaman dan menyenangkan bila kata ini diarahkan pada diri kita, untuk kita. Sehingga tak heran muncul banyak tuntutan yang kali ini kita tujukan kepada orang lain yang dianggap tidak bisa, tidak mampu dan tidak mau memberikan hak-hak kita yang kita anggap harus kita dapatkan sebagai orang yang tidak adil dan tidak bijaksana.

Sekarang bagaimana bila HAK itu kita tujukan pada orang-orang diluar diri kita, sedangkan KEWAJIBAN itu kita tujukan pada diri kita terlebih dahulu?
Atau intinya lakukanlah kewajiban-kewajiban kita, baru kita akan mendapat hak kita, dan kita bisa meminta dan menuntut hak kita bila kewajiban kita sudah dilakukan.

BUKAN TENTANG SIAPA KITA, TAPI BAGAIMANA KITA UNTUK KEHIDUPAN

Ada orang yang menganggap dirinya hebat, tapi hebat untuk siapa?
Ada orang yang menganggap dirinya pantas jadi pemimpin, tapi pantas menurut siapa dan akan memimpin siapa?

Ya, mungkin itu sebuah contoh pertanyaan yang slalu muncul dalam pikiran kita.
Kita hidup bukan untuk mencari sebuah nama besar, jabatan, maupun harta. Tak peduli apa profesi kita, entah itu Presiden, Pejabat/Menteri, Artis, Dokter, Guru, Pengacara, atau seorang anak jalanan sekalipun, bagaimana kita untuk kehidupan?
Pernahkah kita berpikir, apa yang sudah kita berikan untuk kehidupan ini, baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negara ini?
Ataukah kita hanya mencari sesuatu didalam profesi kita tanpa memperdulikan mereka yang membutuhkan kita?

Sungguh disayangkan apabila ada seorang pemimpin lebih mementingkan sebuah nama besar dan jabatannya dari pada memberikan manfaat untuk rakyatnya, harusnya mereka melihat dan meringankan penderitaan rakyatnya bukan malah menari-nari diatas penderitaan rakyatnya.

Apa jadinya juga jika dokter maupun ahli kesehatan yang hanya memikirkan karier dan profesinya tanpa memperhatikan pasien yang butuh pertolongannya? Semua serba dengan materi, hanya dipegang sedikit saja pasien sudah harus mengeluarkan uang. Bagaimana dengan pasien yang tak mampu membayar?
Apakah mereka tak berhak mendapatkan pelayanan kesehatan?
Apakah peri kemanusiaan sudah tertutup oleh karier dan profesi yang sukses?

Ataukah seorang pengacara yang dengan sekuat tenaga membela maupun menutupi sebuah kesalahan yang sudah jelas itu salah hanya karena mendapat proyek dan sebuah nama besar yang mengharuskan mereka memenangi sebuah kasus?
Apakah kebenaran bisa dibeli dengan harta demi menutup sebuah kesalahan?

Ya, semua itu hanyalah contoh saja... dan tak ada yang salah dengan Profesi mereka, yang membedakan hanya pada setiap individunya saja..
Dan bagaimana dengan anda?

Sadarilah, bahwa jabatan/profesi yang kita jalani adalah amanat dan harus kita pertanggung jawabkan baik didunia dan diakherat nanti...
So, Mari jadikan hidup ini lebih bermakna dengan memberikan manfaat untuk orang lain...
Bukan tentang siapa kita didunia ini, tapi bagiamana kita untuk kehidupan ini....

Rabu, 18 Mei 2011

InsyaALLAH.., itu aku....

Aku hanya mau jadi orang baik..
Melakukan kebaikan agar orang lain mendapatkan manfaat..
Jika aku tak mampu, janganlah aku melakukan kejahatan, atau kejahatan dalam kebaikan, biarlah aku diam andai aku belum bersedia...

Kini aku lemah, namun tak pula aku ingin jadi lemah selama-lamanya...

Aku harap aku kan kuat, dan aku mohon sangat-sangat biar aku jadi kuat untuk buat kebaikan...
Dengan itu aku berusaha, dan ENGKAU saja tempatku mengadu, karna KAU teman yang setia...

Ya ALLAH..ridhoilah daku...

Selasa, 10 Mei 2011

PASTI KU BISA !!

Menjalani hidup ini emang tak mudah, banyak orang mengeluh pada setiap keadaan yg mereka jalani. Selesai masalah ini datang masalah itu, tak henti-hentinya cobaan slalu menghampiri kita. Tapi itu semua hanyalah tantangan yg harus kita lalui sebelum kita menggapai sebuah keberhasilan hidup, dan tak akan berhenti sampai disini. Perjalanan masih panjang, masih banyak tantangan yg harus kita taklukkan...

Semua tak datang secara instan, butuh kerja keras dan penuh perjuangan...
Kita semua berkompetisi utk jd yg terbaik, memberikan yg terbaik utk hidup, dan memberikan senyuman pada mereka yg slalu mendukung kita...
1001 jalan menuju kesuksesan, sekarang tinggal bagaimana jalan dan kendaraan kita masing-masing utk mencapainya...
Hidup kita hanya kita sendirilah yg menentukan, bukan ditentukan orang lain ataupun siapapun itu... usaha kita menentukan hasil... kuncinya adalah DOA, IKHTIAR, dan hanya mengharap RidhoNYA...

Maka tentukan tujuan dari sekarang, dan berusaha utk menggapai tujuan itu...tentukan juga skala prioritas yg akan terlebih dahulu dicapai agar semua tetap bisa sejalan sesuai rencana...
Lewati step by step pencapaian itu, segera bangkit bila terjatuh, nikmati proses dan ambil pelajaran dari setiap kegagalan...
PASTI KU BISA..!!!!

Senin, 14 Maret 2011

MARI SALING TOLONG MENOLONG..

Barang siapa yang memberi kemudahan kepada orang yang tengah kesulitan, maka ALLAH akan memberinya kemudahan didunia & akherat.
ALLAH akan menolong seorang hambaNYA selama hamba itu mau menolong sesamanya. ( HR.Muslim )

Hidup untuk BELAJAR

Belajar bersyukur meski tak cukup..


Belajar Ikhlas meski tak rela..

Belajar taat meski berat..

Belajar memahami meski tak sehati..

Belajar menghargai meski tak sependapat..

Belajar mencintai meski terus disakiti..

Belajar sabar meski sulit menerima..

Sabtu, 12 Maret 2011

DUHAI HATI...TETAPLAH ISTIQAMAH...


Seorang anak kecil datang menghampiri ibunya. Ia merengek minta dibelikan sepatu baru. Di sekolah ia diejek karena sepatunya sudah usang dan banyak tambalan. Dengan berbagai alasan ia utarakan agar ibunya mau membelikan sepatu baru.
Dengan mata berkaca-kaca, sederet kalimat ini keluar dari mulut ibunya, “Nak, kamu kan sudah besar. Kamu harus mengalah dengan adik-adikmu. Mereka butuh uang untuk sekolah mereka nanti. Uangnya ibu tabung untuk mereka. Kalau ibu pakai uang itu untuk membelikan kamu sepatu baru, lalu adik-adikmu sekolah pakai uang siapa? Apa kamu mau adik-adikmu tidak bersekolah?”
Anak kecil tadi tiba-tiba terdiam. Ia terlihat seperti anak remaja yang sudah bisa berpikir cukup berat dan bijak. Digoyang-goyangkan kepalanya sambil mengusap air mata yang tadi keluar deras dari kelopak matanya. Lalu ia berkata, “Bu, kalau nanti adik-adik sudah bisa sekolah. Terus kalau ada sisa uang, belikan sepatu ya..”Anak itu mengatakan kalimat itu dengan terbata-bata, seperti ia tidak rela dengan hal itu tapi ia dipaksa oleh kondisi untuk mengikhlaskan apa yang menjadi kehidupannya. Mendengar itu sang ibu memeluk anaknya dengan erat. Ia tidak menyangka anaknya dapat memahami apa yang terjadi hari ini dengan keluarga mereka. Ia heran anaknya sudah mampu berkata bijak seperti tadi ia dengar.
***
Duhai hati..
Letih yang engkau rasakan selama ini mungkin tak sebanding dengan letihnya hati mereka dalam menapaki kehidupan ini. Di dalam keletihan itu, mereka memahami bahwa letihnya mereka akan membuat mereka menjadi orang-orang seperti yang dicitakan. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja engkau merasa letih tapi kau sudah merintih bagai seribu tahun kau mengalaminya.. Malulah pada mereka yang merasa letih tetapi mereka memaknai letihnya sebagai sesuatu yang dapat mengantarkannya pada sebuah kebahagiaan.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu letih? Bukankah akhir dari perjalanan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan??
Duhai hati..
Lelah memang terus menerus hal-hal kurang mengenakkan itu menerpa hidupmu. Tetapi jika kau renungi kembali kisah di atas, perjuangan mereka tidak mengenal lelah. Setiap lelah menghinggapi mereka, mereka beristirahat dan kemudian bangkit berjuang kembali. Mereka paham kalau diamnya mereka tak dapat membuahkan hasil apapun bagi kehidupannya. Mereka yakin perjuangan dan pengorbanannya selama ini, berlelah-lelahan, akan berbuah sebuah kebahagiaan yang tak dapat tergantikan nikmatnya. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja kau diberi cobaan dan ujian tapi kau sudah merasa lelah dan menyerah.. Malulah kau pada mereka yang tak punya apa-apa tapi mereka tetap istiqamah berjuang dan berkorban hingga cita-cita mereka tercapai.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu lelah? Bukankah akhir dari kelelahan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan??
Duhai hati..
Sakit yang terus menyapamu selama ini adalah ujian dan cobaan dari Allah seberapa kokohnya engkau menjalani apa-apa yang engkau yakini atas-Nya. Dia ingin tahu seberapa seriuskah engkau dalam menapaki jalan kehidupan yang sudah Dia gariskan. Sakit yang Dia berikan adalah sebuah perhatian khusus-Nya kepadamu. Dia masih sayang kepadamu dengan memberikan ujian dan cobaan. Andai saja kau tak merasa diuji dan diberi cobaan, maka kau akan merasa aman-aman saja, padahal kau sedang berada di tepian jurang yang menganga lebar dan siap menerkammu kapan saja kau lengah..
Duhai hati..
Capeknya dirimu menghadapi segala permasalahan yang engkau temui di sekitarmu, itulah yang terus mengajarkanmu untuk dapat memahami sekelilingmu dengan lebih baik lagi. Di kananmu ada orang-orang yang engkau sayangi dan kasihi. Di depanmu ada orang-orang yang engkau hormati. Di kirimu ada orang-orang yang engkau senantiasa bercengkerama dengannya. Di belakangmu ada orang-orang yang selalu mendukungmu dalam tiap doanya meski kau tak pernah tahu.
Duhai hati..
Seorang ustadz pernah menyampaikan, jika tak senang dengan sepatumu yang lusuh, ingatlah mereka yang tak berkaki namun tak mengeluh. Semoga kita selalu dapat mengingatnya duhai hati.. Seberapa letih, lelah, dan sakitnya engkau.. Masih ada orang-orang yang merasakan itu lebih dari kita tetapi mereka tetap tak mengeluh.. Ada saja cara mereka untuk menyemangati diri.. Ada saja sugesti untuk membuat diri mereka semangat.. Ada saja pemikiran positif yang mereka punya hingga mereka tetap bersemangat.. Ada saja cita-cita yang ingin mereka gapai hingga semangat itu tetap terpatri di dada mereka..
Duhai hati..
Tetaplah istiqamah..
Walau itu berat bagimu..
Percayalah kau mampu menjalaninya..
Asalkan kau selalu menyertai Allah dalam segala hal..
Terpautnya kau duhai hatiku pada Sang Khalik..
Akan membuatmu semakin cantik dan tangguh..
Karena kau adalah mutiara di lautan..
Yang akan terus terjaga sampai masa memisahkan..
Duhai hati.. Tetaplah istiqamah..

CIRI ORANG BESAR MEMULAI PERUBAHAN


Pagi yang indah selalu dihadirkan Allah SWT untuk kita yang memiliki keterpautan hati dan bisa merasakan betapa besar Cinta-Nya pada hambanya. Mata yang masih bisa melihat Keindahan itu, udara yang masih bisa kita hirup, aliran darah dan denyut nadi yang masih bisa kita rasakan, menunjukkan jika kita masih diberi eksistensi oleh-Nya. Rasulullah SAW yang melihat umatnya dari syurga Firdaus-Nya, mendoakan kita yang tak kenal letih memperjuangkan risalah dakwah untuk kejayaan Islam di Bumi Allah ini. Semoga kelak kita semua dikumpulkan bersama Baginda Rasul dan para keluarga serta sahabat.
Terkadang kita ini terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk sesuatu di luar diri kita. Juga terlalu banyak energi dan potensi kita untuk memikirkan selain diri kita, baik itu merupakan kesalahan, keburukan, maupun kelalaian. Namun ternyata sikap kita yang kita anggap kebaikan itu tidak efektif untuk memperbaiki yang kita anggap salah. Banyak orang yang menginginkan orang lain berubah, tapi ternyata yang diinginkannya itu tak kunjung terwujud. Kita sering melihat orang yang menginginkan Indonesia berubah. Tapi, pada saat yang sama, ternyata keluarganya ‘babak belur’, di kampus tak disukai, di lingkungan masyarakat tak bermanfaat. Itu namanya terlampau muluk.
Jangankan mengubah Indonesia, mengubah keluarga sendiri saja tidak mampu. Banyak yang menginginkan situasi negara berubah, tapi kenapa merubah sikap adik saja tidak sanggup. Jawabnya adalah: kita tidak pernah punya waktu yang memadai untuk bersungguh-sungguh mengubah diri sendiri. Tentu saja, jawaban ini tidak mutlak benar. Tapi jawaban ini perlu diingat baik-baik. Siapa pun yang bercita-cita besar, rahasianya adalah perubahan diri sendiri. Ingin mengubah Indonesia, caranya adalah ubah saja diri sendiri. Betapapun kuatnya keinginan kita untuk mengubah orang lain, tapi kalau tidak dimulai dari diri sendiri, semua itu menjadi hampa. Setiap keinginan mengubah hanya akan menjadi bahan tertawaan kalau tidak dimulai dari diri sendiri. Orang di sekitar kita akan menyaksikan kesesuaian ucapan dengan tindakan kita.
Boleh jadi orang yang banyak memikirkan diri sendiri itu dinilai egois. Pandangan itu ada benarnya jika kita memikirkan diri sendiri lalu hasilnya juga hanya untuk diri sendiri. Tapi yang dimaksud di sini adalah memikirkan diri sendiri, justru sebagai upaya sadar dan sungguh-sungguh untuk memperbaiki yang lebih luas. Perumpamaan yang lebih jelas untuk pandangan ini adalah seperti kita membangun pondasi untuk membuat rumah. Apalah artinya kita memikirkan dinding, memikirkan genteng, memikirkan tiang yang kokoh, akan tetapi pondasinya tidak pernah kita bangun. Jadi yang merupakan titik kelemahan manusia adalah lemahnya kesungguhan untuk mengubah dirinya, yang diawali dengan keberanian melihat kekurangan diri.
Pemimpin mana pun bakal jatuh terhina manakala tidak punya keberanian mengubah dirinya. Orang sukses mana pun bakal rubuh kalau dia tidak punya keberanian untuk mengubah dirinya. Kata kuncinya adalah keberanian. Berani mengejek itu gampang, berani menghujat itu mudah, tapi, tidak sembarang orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri. Ini hanya milik orang-orang yang sukses sejati. Orang yang berani membuka kekurangan orang lain, itu biasa. Orang yang berani membincangkan orang lain, itu tidak istimewa. Sebab itu bisa dilakukan oleh orang yang tidak punya apa-apa sekali pun. Tapi, kalau ada orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri, bertanya tentang kekurangan itu secara sistematis, lalu dia buat sistem untuk melihat kekurangan dirinya, inilah calon orang besar.
Mengubah diri dengan sadar, itu juga mengubah orang lain. Walaupun dia tidak berucap sepatah kata pun untuk perubahan itu, perbuatannya sudah menjadi ucapan yang sangat berarti bagi orang lain. Percayalah, kegigihan kita memperbaiki diri, akan membuat orang lain melihat dan merasakannya. Memang pengaruh dari kegigihan mengubah diri sendiri tidak akan spontan dirasakan. Tapi percayalah, itu akan membekas dalam benak orang. Makin lama, bekas itu akan membuat orang simpati dan terdorong untuk juga melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Ini akan terus berimbas, dan akhirnya semakin besar seperti bola salju. Perubahan bergulir semakin besar.
Jadi kalau ada orang yang bertanya tentang sulitnya mengubah keluarga, sulitnya mengubah anak, jawabannya dalam diri orang itu sendiri. Jangan dulu menyalahkan orang lain, ketika mereka tidak mau berubah. Kalau kita sebagai ustadz, atau kyai, jangan banyak menyalahkan santrinya. Tanya dulu diri sendiri. Kalau kita sebagai pemimpin, jangan banyak menyalahkan bawahannya, lihat dulu diri sendiri seperti apa. Kalau kita sebagai pemimpin negara, jangan banyak menyalahkan rakyatnya. Lebih baik para penyelenggara negara gigih memperbaiki diri sehingga bisa menjadi teladan. Insya Allah, walaupun tanpa banyak berkata, dia akan membuat perubahan cepat terasa, jika berani memperbaiki diri. Itu lebih baik dibanding banyak berkata, tapi tanpa keberanian menjadi suri teladan. Jangan terlalu banyak bicara. Lebih baik bersungguh-sungguh memperbaiki diri sendiri. Jadikan perkataan makin halus, sikap makin mulia, etos kerja makin sungguh-sungguh, ibadah kian tangguh. Ini akan disaksikan orang.
Membicarakan dalil itu suatu kebaikan. Tapi pembicaraan itu akan menjadi bumerang ketika perilaku kita tidak sesuai dengan dalil yang dibicarakan. Jauh lebih utama orang yang tidak berbicara dalil, tapi berbuat sesuai dalil. Walaupun tidak dikatakan, dirinya sudah menjadi bukti dalil tersebut. Mudah-mudahan, kita bisa menjadi orang yang sadar bahwa kesuksesan diawali dari keberanian melihat kekurangan diri sendiri. Jadi teringat kutipan kata bijak dari sebuah buku seperti ini:
Jadilah kau sedemikian kuat sehingga tidak ada yang dapat mengganggu kedamaian pikiranmu
Lihatlah sisi yang menyenangkan dari setiap hal
Senyumlah pada setiap orang
Gunakanlah waktumu sebanyak mungkin untuk meningkatkan kemampuanmu sehingga kau tak punya waktu lagi untuk mengkritik orang lain
Jadilah kau terlalu besar untuk khawatir dan terlalu mulia untuk meluapkan kemarahan
Satu-satunya tempat dimana kita dapat memperoleh keberhasilan tanpa kerja keras adalah hanya dalam kamus.
Di awal tahun, awal bulan dan awal minggu (Jum’at adalah awal minggu bagi umat Islam), ayo kita semua mulai memperbaiki diri. Suatu karya besar selalu diciptakan oleh orang-orang yang berfikir besar. Namun perubahan besar pasti dimulai dari satu langkah kecil, dan itu dimulai dari diri kita masing-masing.
Wallahualam bishowab

SUDAH DIMANA KITA?


Saya yakin semua kita kenal dengan sebuah permainan yang pemenangnya hanya ditentukan nasib oleh enam sisi dadu. Ya permainan ular tangga kawan!! Untuk memenangkan permainan ini anda tak perlu punya keahlian apa-apa, tak perlu punya keterampilan apa-apa, kecuali mampu mengocok dadu dan melemparkannya, anda bisa menang, atau juga kalah. Ini benar-benar hanya untung-untungan. Kadang hanya dengan tiga empat kali naik tangga, anda sudah ada di lajur teratas, selangkah menuju finish. Tapi lebih sering kita telah jauh berjalan, telah lama berputar-putar, bahkan sudah malas rasanya tangan ini melemparkan dadu, tapi tetap saja kita di situ, progres kita seperti jalan di tempat, kerja kita hanya naik tangga dan dan kemudian menuruni badan ular dari ekor ke kepalanya, tanpa jelas kapan kita akan finish.
Kawan, tanpa kita sadari kadang hidup kita layaknya seperti permainan ular tangga. kadang kita merasa sudah berjalan begitu jauh, sudah menghabiskan begitu banyak bekal, sudah menguras sekian banyak energi, tapi kita sebenarnya masih ada di situ atau bahkan kita kembali mundur. Jalan yang kita tempuh serasa belum mengantar kita kemana-mana. Kerja yang sudah kita lakukan belum sedikit jua membawa perubahan.
Tapi yang paling mengenaskan dan perlu dikasihani adalah mereka yang sudah berjalan jauh, yang sudah menghabiskan sekian banyak bekal, yang sudah mengeluarkan sekian besar tenaga, tak pernah sadar kalau mereka sebenarnya belum kemana-mana. Yang mereka tahu mereka hanya berjalan dan berjalan. Layaknya permainan ular tangga tadi, tak sedikitpun sadar kalau sebenarnya mereka lebih sering menuruni badan ular daripada meniti anak tangga.
Kawan, jika anda berjalan di suatu medan terbuka dan anda dipandu oleh peta, maka perhatikan selalu peta anda untuk memastikan anda tetap laju ke tujuan dan tidak ”mbulet” di tempat yang sama. dalam kenyataannya, jika anda melenceng satu derajat saja, dan anda telah berjalan sejauh 10 kilometer, maka dipastikan anda sudah tersesat sangat jauh. Apatah lagi kalau anda berjalan tanpa peta, tanpa panduan.
Mereka layaknya para pengecut zionis yang merampas tanah palestina. Sejauh ini mereka merasa masih terus berjalan, meneruskan perampokan tanah Palestina, mereka masih merasa terus maju. Tapi sebenarnya mereka tak pernah sadar, bahwa sebenarnya mereka mundur, jauh. Kesakitan mental warganya yang kian hari kian parah namun bersamaan dengan itu mereka sedang membangun mental-mental yang kian garang pada warga palestina dan umat islam.
Atau mereka layaknya para islamofobia di Eropa sana. Yang sampai saat ini mereka masih merasa berjalan maju untuk mematikan islam di Eropa. melarang adzan, melarang muslimah berjilbab, melarang mendirikan masjid, dan makar-makar lainnya. Tapi apa nyata, mereka sebenarnya mundur, jumlah muslim di Eropa berlipat-lipat bertambah tiap tahunnya.
Kawan, mari berhenti sejenak, ambil waktu untuk beristirahat, memeriksa peta kita, mengisi bekal minum kita. periksa lagi perjalanan, sudah sampai di mana kita. Sudah sejauh apa kita berjalan. Sudah sedekat apa kita dengan tujuan kita. Sudah sebesar apa perubahan yang pernah kita torehkan. Jangan sampai kita termasuk orang-orang “yang merasa telah melakukan banyak hal, tapi sebenarnya belum melakukan apa-apa.” Atau lebih parah lagi orang-orang “membanggakan kerja yang dilakukan oleh orang lain”.
Kawan, jangan terlalu lama beristirahat, mari kita berjalan lagi, mari kita beramal lagi. Jalan kita masih panjang, samudera tugas membangun peradaban masih membentang dan HARAPAN ITU MASIH SANGAT ADA.

Minggu, 26 Desember 2010

CINTA & MOTIVASI


Cinta dan motivasi jelas memiliki hubungan yang erat.Cinta adalah motivasi yang paling kuat. Cinta adalah penggerak hati, pikiran, dan tindakan. Seseorang akan merasa tergerak hatinya saat sesuatu yang dicintainya disebutkan. Cinta menggerakan pecinta untuk mencari yang dicintainya.
Objek cinta itu begitu banyak. Mereka adalah ujian bagi kita semua. Cinta terhadap lawan jenis, cinta terhadap keluarga, cinta terhadap harta benda, cinta terhadap tanah air, dan cinta terhadap hal-hal lainnya.
Namun tahukah bagi Anda, bahwa cinta itu adalah tawanan?

Cinta Itu Adalah Tawanan

Apa yang dimaksud bahwa cinta itu adalah tawanan? Siapa yang ditawan? Cinta menawan hati. Sebab hati akan tunduk demi mengejar apa yang dicintainya. Banyak sekali orang yang rela melakukan apa pun demi yang dicintainya. “Gunung kan kudaki, lautan akan kusebrangi.” begitu kata syair yang menggambarkan bagaimana hati tertawan oleh cintanya kepada kepada seorang gadis pujaan. Lihatlah… banyak orang yang melakukan segala cara untuk mendapatkan harta dan jabatan. Yang haram dihalalkan, apa pun dilakukan demua cintanya kepada harta dan jabatan.
Cinta selalu menggerakkan hati pada apa yang dia inginkan. Keinginan diri inilah yang disebut dengan hawa nafsu. Sehingga dengan cinta ia menjadikan hatinya sebagai tawanan hawa nafsu, mengikuti apa yang dikatakan hawa nafsu dan menjadikan hawa nafsu dengan pimpinannya dalam hidup. Sehingga masuklah dia ke dalam fintah syahwat, yang menghalangi hatinya dari petunjuk dan rahmat.

Kemerdekaan Itu Datang Dari Tauhid

Tauhid membebaskan hati ini dari tawanan hawa nafsu. Bebas dari tawanan cinta harta, jabatan, popularitas, anak, lawan jenis, dan objek cinta yang berasal dari hawa nafsu. Bukan berarti, kita tidak lagi mencintai mereka. Namun, dengan kehadiran tauhid, maka hawa nafsu sudah bisa ditundukan, sehingga cinta kita tidak lagi hanya digerakan oleh hawa nafsu, tetapi digerakan oleh cinta kita kepada Allah sebagai konsekuensi tauhid.
Adapun orang-orang yang beriman sangat cintanya kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
Anda akan terbebas dari kesedihan yang tidak perlu. Seseorang yang melakukan hal-hal yang dilarang agama demi cintanya, artinya belum ada tauhid pada dirinya, setidaknya masih sedikit. Orang yang hatinya sudah dipenuhi dengan cinta kepada Allah, tidak mungkin menduakan cintanya dengan sesuatu yang rendah. Tidak mungkin meninggalkan Allah (yang dicintainya) demi cinta kepada selainnya.
Kita boleh mencintai lawan jenis, namun kita tidak akan pernah melakukan yang dilarang seperti mendekati zina bahkan melakukan zina, bunuh diri, durhaka kepada orang tua, dan perbuatan munkar lainnya. Sebab perbuatan-perbuatan tersebut dimurkai oleh cinta sejati kita, yaitu Allah SWT. Begitu juga, cinta kita kepada keluarga, harta, jabatan, dan objek cinta lainnya tidak akan menggerakan kita untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai oleh Allah SWT sebagai cinta sejati kita.
SHARE DARI MOTIVASI ISLAMI

Senin, 20 Desember 2010

BERSYUKUR YUK!


By: M. Agus Syafii


Teman, hidup ini akan menjadi indah apabila dalam kondisi apapun yang terjadi kita senantiasa bersyukur, kita panjatkan syukur kepada Allah sebab dengan bersyukur membuat hidup kita dan keluarga kita menjadi tenteram dan bahagia. Syukur adalah kesinambungan hati untuk mencintai Sang Pemberi Nikmat, kesinambungan anggota badan untuk mentaatiNya dan kesinambungan lisan untuk mengingat dan memujiNya.



Syukur hati adalah apabila kita mengakui bahwa apapun yang ada pada diri kita datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagaimana firmanNya. 'Dan nikmat apa saja yang ada pada kalian, maka dari Allah.' (QS. An-Nahl : 53). Itulah sebabnya jangan pernah membiarkan diri terbuai oleh nikmat, kemuliaan, ujian, cobaan dan musibah di dalam hidup sehingga kita lupa diri terhadap yang Sang Pemberi Nikmat.



Sedangkan syukur perbuatan adalah kita bekerja hanya untuk Allah, setiap hamba yang beriman senantiasa mensyukuri hidup ini dengan bekerja sebab bekerja untuk menghidupi keluarga merupakan amal kebaikan kita, sebagaimana firman Allah. 'Beramallah wahai keluarga Daud, untuk bersyukur (kepada Allah).' (QS. Saba' : 13).



Ketiga, syukur lisan adalah membicarakan nikmat Allah. 'Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau menyebut-nyebutnya' (QS. Adh-Dhuha :11). Sementara Rasulullah juga bersabda 'Membicarakan nikmat Allah adalah syukur' (HR. Ahmad). Sebagian ulama mengingatkan kita, 'barang siapa yang menyembunyikan nikmat maka dia telah kufur terhadapnya dan barangsiapa mengucapkan 'alhamdulillah' maka dia telah mensyukurinya.'



Yuk! Kita syukuri hidup ini..

MEMBERI, MENGOBATI LUKA DIHATI



By: M. Agus Syafii



Dalam kehidupan kita sehari-hari hampir mudah tanpa kesulitan kita bisa menemukan orang yang kecewa, marah dan sakit hati dimana-mana. Ditelevisi, koran, radio, dijalanan, supermarket, pasar bahkan di dalam rumah. Mulai demo mahasiswa yang kecewa dengan pemerintah, karyawan yang kecewa dengan manajemen perusahaan, suami yang kecewa dengan istri, istri kecewa dengan suami, anak kecewa kepada orang tua, orang tua kecewa kepada anak. Murid kecewa kepada guru atau sebaliknya semua menjadi terlihat lazim kehidupan ini dipenuhi dengan taman bunga kekecewaan, kemarahan dan sakit hati.



Maka kita menjadi begitu mudah menemukan penderitaan dariapada kegembiraan, lebih mudah menemukan orang yang sakit hati daripada orang yang senantiasa bersyukur, lebih mudah ketemu dengan wajah yang cemberut daripada wajah yang tersenyum. Bahkan saya sering mendapatkan keluhan seperti ini, Mas Agus, kenapa saya sudah sholat dan berdzikir tetap saja hati saya masih terasa perih?' Luka dihati adalah akibat kekecewaan karena kebiasaan kita untuk mencari, meminta dan menuntut agar kehidupan memenuhi keinginan kita padahal di dalam kehidupan kita telah menyediakan yang terbaik untuk kita. Sholat dan dzikir menjadi tidak berarti apabila tubuh kita masih dikuasai oleh hawa nafsu keinginan dan tuntutan yang tiada habisnya. Berbagai keluhan muncul dari susah berkonsentrasi, dikendalikan marah, masa lalu yang menyakitkan, masa depan yang menakutkan sampai rizki yang tidak pernah cukup, semua itu muaranya adalah KEKECEWAAN.



Sholat dan berdzikir mengajarkan kita agar senantiasa mengingat Allah, menyerahkan kehidupan sebagaimana yang menjadi ketetapanNya. Kita berjalan dengan cahaya ilahiah. Bila hati kita sudah mampu berserah kepada Allah, kita tidak mencari, meminta dan menuntut melainkan 'Memberi.' Di dalam aktifitas memberi mensucikan hati kita dari segala kotoran hati sehingga bisa dipahami bagi mereka yang rajin memberi mengalami banyak keajaiban seperti jarang sakit, rizki yang berlimpah dan mudah sekali wajah untuk tersenyum. Ditengah kondisi sosial seperti sekarang yang serba meminta dan menuntut, kegiatan memberi menjadi terasa indah sebab memberi bagaikan cahaya matahari ditengah kegelapan. Cahaya itulah yang menerima kegelapan hati kita ketika dipenuhi dengan meminta dan menuntut.



Akan semakin indah apabila memberi menjadi obat luka dihati terutama setiap kali kita memberi tidak disertai dengan harapan atau menuntut dari apa yang telah kita berikan. Banyak kisah teman yang menuturkan bagaiman keajaiban memberi dengan penuh keikhlasan mengalami 'Unexpected Harvestings.' Menuai hasil yang tidak diharapkan, memetik buah dari pemberian dengan penuh keikhlasan, seperti senyuman yang dijumpainya setiap saat, sembuh dari sakit tanpa disangka dan diduga, pertolongan Allah disaat terjepit, perhatian, makin disukai banyak teman, usaha yang semakin maju, karier yang melejit, keluarga yang senantiasa rukun dan bahagia. Masih banyak lagi kisah yang menceritakan keajaiban memberi, yang membuat hidup ini menjadi indah. Mengubah air mata menjadi permata. Hidup bagai ditaman bunga yang penuh warna.



'Dan Allah senantiasa memberi pertolongan kepada hambaNya yang senantiasa ia memberi petolongan kepada saudaranya.' (HR. Muslim).

BERUBAH ITU LANGKAH DEMI LANGKAH

Banyak orang yang ingin berubah. Namun dia merasakan begitu sulit berubah. Apa penyebabnya?
Anda pernah membaca artikel Bisakah Memakan Sepeda?
Saat pertanyaan ini diajukan kepada peserta pelatihan saya, jawabannya macam-macam. Banyak yang mengatakan tidak mungkin. Bagaimana bisa memakan sepeda? Mereka anggap saya hanya bercanda.
Padahal, orang yang memakan sepeda bukan fiktif bukan juga bercanda. Ini benar, adanya tercatat di Guiness Book of Record. Bahkan katanya, sudah terpecahkan oleh orang yang memakan Harley Davidson. Wow!
Bagaimana bisa? Inilah kuncinya. Ini adalah kunci yang bisa membuat perbedaan sangat mendasar. Pemahaman inilah yang menjadikan seseorang menjelma menjadi orang hebat atau tidak. Inilah rahasia berubah!

Rahasia Berubah Itu Langkah Demi Langkah

Orang bisa memakan sepeda, bahkan Harley Davidson, karena mereka memakannya secara bertahap. Pemakan sepeda memotong-motong sepedanya, bahkan dihancurkan, kemudian dimakan sedikit demi sedikit. Akhirnya dia bisa menghabiskan sepeda (masuk ke dalam perutnya) dalam waktu 3 bulan.
Lama? Iya, memang lama. Tetapi berhasil. Jika sepeda hanya pelototi saja. Jika kita hanya memikirkan bagaimana cara makan sepeda sekaligus, kita bisa menyerah. Langsung saja kita mengatakan: “Mustahil!”
Begitu juga dalam berubah. Jika Anda ingin menjadi seseorang yang lebih baik, mulailah berubah. Langkah demi langkah, jangan berpikir sekaligus. Saat kita berpikir bahwa kita harus berubah sekaligus, meski mulut tidak berucap, pikiran bawah sadar kita akan mengatakan itu mustahil. Apa akibatnya? Dia tidak mengambil langkah untuk berubah.
Bagaimana kita bisa menghafal Al Quran? Bukankah banyak sekali? Para penghafal Al Quran menghafal ayat demi ayat, bahkan bisa jadi satu ayat pun di potong-potong dulu agar mudah menghafalnya.
Berubah itu selangkah demi selangkah. Sama seperti Anda makan, sesuap demi sesuap.

Berubah Sedikit Tetapi Kontinyu

Sepotong demi sepotong, sepeda pun habis dimakan. Selangkah demi selangkah, para pelari marathon pun bisa melalui puluhan kilo meter. Putaran demi putaran ban mobil Anda, ratusan kilo meter pun bisa ditempuh.
Jangan anggap sepele perubahan yang kecil atau sedikit. Jika dilakukan secara kontinyu, akan membawa perubahan besar dalam hidup Anda. Seorang trainer (Wiwoho) pernah mengatakan Kesuksesan besar adalah kasil dari kumpulan kesuksesan-kesuksesan kecil.
Rasulullah saw, dengan indah bersabda:
Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)
Lakukanlah perubahan itu, meski pun kecil, sebab tidak ada yang kecil jika kita melakukan secara terus menerus, langkah demi langkah.
Siap-siap…. berubah!
SHARE DARI HALAMAN MOTIVASI ISLAMI

BANGKIT DARI KETERPURUKAN

Pertanyaan: Saya memiliki gaji/penghasilan yang kecil, namun beban begitu berat, harus membiayai keluarga, orang tua, serta memiliki utang yang harus segera dibayar. Bagaimana saya keluar dari masalah ini?
Ini adalah pertanyaan rangkuman dari beberapa pertanyaan yang masuk kepada kami. Ada tiga penanya yang mengajukan pertanyaan senada diatas. Insya Allah akan saya jawab berdasarkan pengalaman dan ilmu yang saya miliki.
Saya yakin, banyak orang yang sedang atau pernah mengalami hal yang sama. Dalam kondisi yang terpuruk, merasa tidak berdaya, sementara tuntutan begitu tinggi. Jika kita tidak bisa menyikapinya dengan baik, kondisi seperti ini memang bisa mengganggu kondisi mental kita.
Sedih, bingung, dan marah sering menyelimuti saat-saat seperti ini. Terutama saat memikirkan orang-orang yang kita kasihi. Mereka kurang makan, kurang bersenang-senang, malah kesedihan yang mereka dapatkan. Ini pasti menyakitkan, bahkan lebih menyakitkan dibandingkan melihat kesengsaraan diri sendiri.
Namun tidak perlu khawatir. Itu adalah bagian dari hidup. Meski tidak dibilang semua, banyak orang, pernah mengalami hal itu. Juga, orang-orang besar pernah mengalami hal yang sama. Termasuk saya, saya pernah mengalami hal yang sama.
Lalu, apa yang harus dilakukan?
Langkah pertama, teruslah berdo’a memohon pertolongan dari Allah. Jangan mengatakan “saya telah berdo’a”. Teruslah berdo’a, karena kadang do’a kita tidak langsung dikabulkan atau kita belum benar-benar serius dalam berdo’a. Jika sampai saat ini do’a masih belum dikabulkan oleh Allah, artinya kita harus lebih khusuk dan lebih sering dalam berdo’a. Jangan lupa iringi dengan ibadah, karena bisa jadi kita berdo’a tetapi kita melupakan ibadah lainnya.
Langkah kedua ialah dengan tawakal secara total. Bukankah harus berusaha? Ya, tentu saja. Nanti kita bahas. Satu per satu donk. Tawakal adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah, secara total. Benar-benar tawakal. Berdo’a adalah langkah awal untuk bertawakal.
Jika kita sudah menyerahkan urusan kepada Allah, maka konsekuensinya kita harus mengikuti bimbingan dan petunjuk Allah. Jika ada ide, gagasan, dan peluang, segeralah sambut. Bertindaklah dengan segera, jangan diam. Bisa jadi itu adalah petunjuk dari Allah, bisa jadi itu adalah bentuk pertolongan dari Allah.
Bagaimana jika bukan? Kita tidak pernah tahu sebelum dilaksanakan, sebab kita tidak bisa berkomunikasi dengan Allah. Satu-satunya cara untuk mengetahui ialah dengan cara mencobanya. Bagaimana jika salah? Tidak apa-apa, coba saja. Diam tetap terpuruk, oleh karena itu mendingan mencoba, ada peluang untuk berhasil.
Langkah ketiga ialah bertindaklah. Jika Anda belum atau tidak merasa mendapatkan petunjuk, tetaplah untuk bertindak. Anda harus keluar mencari solusi. Bertindaklah dengan penuh keyakinan karena Anda sudah bedo’a dan bertawakal kepada Allah. Tindakan saat ini berbeda dengan tindakan tanpa do’a dan tawakal.
Apa saja tindakan yang perlu dilakukan saat masih bingung?
  1. Belajar. Bisa dengan cara membuka buku, bertanya kepada orang lain, membaca ebook, artikel, dan apa pun yang bisa Anda pelajari. Jika Anda serius, Anda bisa berinvestasi dengan produk-produk Zona Sukses, saran saya miliki ebook Daya Ungkit. Daya ungkit akan menjelaskan bagaimana Anda bisa keluar dari masalah dengan modal apa yang sudah Anda miliki saat ini.
  2. Silaturahim. Dalam hadits Nabi saw, jika kita ingin dilapangkan rezeki kita harus menyambung silaturahim. Saya merasakan kebenaran hadits ini. Jangan diam saja. Keluarlah dari rumah, Anda bisa ke masjid atau ke tempat berkumpulnya orang. Bukan berarti Anda harus mengeluh ke semua orang. Tetapi dengan silaturahim Anda bisa mendapatkan ilmu dan peluang.
Langkah keempat ialah bersyukurlah. Ini yang sering dilupakan. Karena merasa sedang terpuruk, pikirnya tidak mendapatkan nikmat. Ini salah besar. Oh ya… sebenarnya kita tahu mendapatkan banyak nikmat, tetapi karena sedang susah, suka lupa bersyukur.
“Tapi nikmat saya sedikit”. Jika memang Anda rasakan nikmat Anda sedikit, kenapa Anda berpikir akan mendapatkan nikmat lebih banyak? Sedikit saja sudah lupa bersyukur, apalagi banyak. Atau, jika saat ini tidak bersyukur, maka tidak ada jaminan setelah mendapatkan nikmat banyak akan bersyukur. Jadi, syukuri nikmat yang Anda miliki, insya Allah akan ditambah.
Insya Allah, jika kita mengikuti langkah-langkah diatas, kita akan bangkit dari keterpurukan dengan bantuan Allah. Saya sudah membuktikannya. Yang penting adalah jangan menyerah, teruslah berdo’a dan berikhtiar, insya Allah, Anda akan bangkit dari keterpurukan.
SHARE DARI HALAMAN MOTIVASI ISLAMI

MASA LALU DAN MASA DEPAN

Ada yang bertanya, sejauh mana masa lalu mempengaruhi kesuksesan kita di masa depan?
Sebelum kita menjawab pertanyaan diatas, kita lihat faktanya saja. Ada orang yang memiliki masa lalu kelam, masa lalu yang pahit, dan penuh kegagalan, namun saat ini mampu meraih sukses. Ada juga orang yang sekarang sukses karena masa lalunya penuh dengan kesuksesan. Sebaliknya juga ada, tidak sedikit orang yang memiliki masa lalu indah dan gemilang namun mengalami keterpurukan saat ini.
Anda sudah bisa menebak jawaban pertanyaan diatas? Ini alasannya.
Masa lalu, baik atau buruk, akan meninggalkan kenangan. Baik kenangan indah yang membuat kita semangat. Namun kadang, kenangan indah juga membuat orang terlena. Beruntunglah yang menjadikan kenangan indah sebagai pemicu semangat. Begitu juga, ada orang yang meninggalkan kenangan pahit kemudian dijadikannya sebagai cambuk yang memotivasi dirinya hingga sukses. Namun, tidak sedikit orang yang hilang semangat karena masa lalu yang kelam.
Jadi, terlepas apakah masa lalu kita itu baik atau buruk, yang terpenting ialah bagaimana kita mengambil hikmah kemudian dijadikan sebagai landasan kita untuk melangkah ke depan saat ini. Tidak peduli apakah kenangan itu baik atau buruk, keduanya mengandung hikmah. Selanjutnya, apakah Anda mau memanfaatkan hikmah itu sebagai tindakan saat ini atau tidak?
Kuncinya Ada Pada Saat Ini
Kuncinya ada pada saat ini, bukan masa lalu. Bagimana Anda bersikap dan bertindak sekarang. Bagaimana Anda menyikapi masa lalu kemudian mengambil tindakan untuk menyongsong masa depan.
Itulah yang perlu Anda lakukan saat ini atau sekarang: mengambil hikmah dan bertindak.
Saya teringat dengan kata-kata W Michell, orang yang sebagian besar tubuhnya pernah terbakar dan hidup diatas kursi roda. Dia mengatakan
It’s not what happens to you. It’s what you do about it.
Ini bukan tentang apa yang terjadi pada Anda. Ini tentang apa yang Anda lakukan dengannya. Fokusnya: apa yang Anda lakukan. Kapan? Ya sekarang.
Ada kata-kata yang indah, yang dikatakan oleh baginda Rasulullah saw
Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut isterinya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Apa pun yang terjadi di masa lalu, kebaikan atau musibah, keduanya menjadi lahan mendapatkan pahala dari Allah.
SHARE DARI HALAMAN MOTIVASI ISLAMI