Selasa, 30 Agustus 2011

KOREKSI DIRI KITA, SEBELUM MENGOREKSI ORANG LAIN!


Dalam kehidupan masyarakat, kita tak bisa lepas dari cara pandang orang. Terlebih jika itu menyangkut baik dan buruknya penilaian orang. Padahal kita semua tahu, semua pasti ada kurang dan lebihnya. Namun sering kali kita lebih asyik bicara kekurangannya saja, apalagi jika kekurangan itu ada pada diri orang lain. Maka, kita pun akan semakin menggebu untuk terus mencari-cari kekurangan tersebut. Sedangkan pernahkah kita berpikir, bagaimana dengan kekurangan kita?

Mungkin saking asyiknya menilai atau mengoreksi kesalahan/kekurangan orang lain kita sendiri lupa untuk mengoreksi kekurangan pada diri kita, sudah baikkah kita dimata orang lain? Dan apa kita sudah lebih baik dari orang yang kita koreksi?
Pernahkah juga kita berpikir bagaimana sakitnya hati orang yang kita nilai buruk tersebut jika penilaian kita ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang ada?
( Aduuh….memang susah ya menjaga hati….. L )

Sebenarnya cukup sederhana saja dalam berpikir jika kita mampu menyadari setiap kekurangan pada diri kita, anggaplah penilaian orang menjadi sebuah kritikan untuk kita perbaiki. Namun juga janganlah egois dan sombong jika kita sudah merasa benar, karena belum tentu juga pandangan orang lain terhadap kita sama dengan apa yang kita pikirkan.
Yang harus dan perlu kita tanamkan adalah cobalah untuk selalu berpikir positif/husnudzon, liatlah apa yang ada dalam diri kita sebelum melihat apa yang ada dalam diri orang lain. Bisa jadi kita menilai orang lain buruk hanya karena didasari ego dan rasa iri kita terhadap pencapaian orang lain. Seharusnya kita bisa menjadikan kekurangan orang lain itu sebagai ladang pahala bagi kita, dimana kita harus lengkapi dengan kelebihan yang kita punya. Bukan malah sebaliknya, dimana itu menjadi alat untuk saling menilai dan menjatuhkan.

Mari kita sama-sama menginstropeksi diri kita terlebih dahulu, dimana masih terlalu banyak kekurangan disana-sini yang harus kita benahi. Sugestikan pada pikiran kita bahwa kita masih belum lebih baik dari mereka, dan yang harus kita lakukan adalah terus belajar untuk menjadi lebih baik!

Selasa, 16 Agustus 2011

About me :

Aku hanyalah manusia biasa yang tak sempurna...
tapi aku berusaha melakukan hal yang terbaik dalam hidupku sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain...

Kebahagiaanku terletak pada ketentraman hatiku...
aku berusaha untuk mencari penghidupan sehingga suatu saat aku akan menghidupi orang-orang yang aku cintai...


Hidup tidak mudah, dan tidak ada yang instan,..
semua diraih dengan perjuangan dan doa...

Aku selalu ingin melakukan perubahan dan menyukai tantangan baru..
semua itu ku lakukan dengan selalu bergerak, mencari dunia luar, kemudian pulang membawa keberhasilan...

Selasa, 24 Mei 2011

ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN

Dalam kehidupan ini sering kali kita menuntut HAK kita, tapi apakah kita sudah benar-benar melaksanakan KEWAJIBAN kita?

Perbincangan dan perdebatan tentang mana yang harus diutamakan antara HAK dan KEWAJIBAN hingga kini kerap muncul dengan berbagai latar kondisi dan argumentasinya...

Terlepas dari apa yang harusnya diutamakan dan didahulukan, biasanya kita akan lebih antusias dan bersemangat bila mengarahkan kata KEWAJIBAN itu bagi orang lain diluar diri kita, sehingga tak jarang muncul banyak tuntutan bagi orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita nilai sebagai bentuk dari kewajibannya. Tak jarang juga muncul berbagai kritikan hingga penilaian kita kepada orang lain ketika dianggap tidak bisa menjalankan kewajibannya(menurut penilaian kita).

Sementara ketika kita membicarakan kata HAK, biasanya akan lebih nyaman dan menyenangkan bila kata ini diarahkan pada diri kita, untuk kita. Sehingga tak heran muncul banyak tuntutan yang kali ini kita tujukan kepada orang lain yang dianggap tidak bisa, tidak mampu dan tidak mau memberikan hak-hak kita yang kita anggap harus kita dapatkan sebagai orang yang tidak adil dan tidak bijaksana.

Sekarang bagaimana bila HAK itu kita tujukan pada orang-orang diluar diri kita, sedangkan KEWAJIBAN itu kita tujukan pada diri kita terlebih dahulu?
Atau intinya lakukanlah kewajiban-kewajiban kita, baru kita akan mendapat hak kita, dan kita bisa meminta dan menuntut hak kita bila kewajiban kita sudah dilakukan.