Selasa, 21 September 2010

SHALAT-SHALAT SUNNAH

Artikel dari SAHARA INDAH




SHALAT SUNAT TAHAJJUD

Shalat Sunnah Tahajjud
Shalat Tahajjud adalah shalat sunah yang dilakukan pada malam hari setelah tidur terlebih dahulu, karena arti Tahajjud adalah bangun pada malam hari.Afdhalnya shalat Tahajjud dilakukan pada sepertiga malam yang akhir yaitu kira-kita mulai jam 1.00 malam sampai menjelang masuk waktu shubuh berdasarkan hadits Nabi:”Perintah Allah turun ke langit diwaktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru, adakah orang-orang yang memohon ( berdoa ) pasti akan kukabulkan, adakah orang yang meminta, pasti akan kuberikan dan adakah yang mengharap ampunan, pasti akan kuampuni baginya sampai tiba waktu shubuh”(al Hadits).

Cara Melaksakan Shalat Tahajjud:
Shalat Tahajjud dilaksanakan dengan Munfarid ( tanpa berjamaah ), minimal dua rokaat dan maksimal tidak terhingga jumlah rakaatnya sampai hampir masuk waktu shubuh dan dilaksanakan setiap dua rakaat satu salam sebagaimana hadits Nabi saw:

“Shalat malam itu adalah dua rakaat, dua rakaat apabila khawatir akan masuk waktu shubuh maka berwitirlah satu rakaat saja” ( HR.Bukhari-Muslim ).
*Niat shalat Tahajjud didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram. “Aku niat shalat sunah Tahajjud dua rakaat karena Allah”

*Membaca doa Iftitah

*Membaca surat al Fatihah
*Membaca salah satu surat didalam al quran.Afdhalnya rokaat pertama membaca surat al Kafirun dan rakaat ke dua membaca surat al Ikhlas
* Ruku’ sambil membaca Tasbih tiga kali
*I’tidal sambil membaca bacaannya
*Sujud pertama sambil membaca Tasbih tiga kali
*Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya
*Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.
*Setelah selesai rakaat pertama, lakukan rokaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali dan rakaat-rakaat selanjutnya sama dilakukan seperti contoh diatas.
*Setelah selesai shalat Tahajjud bacalah zikir yang mudah ( Allah - Allah - Allah ) terutama perbanyak Istigfar (mohon ampun), adakan dialog bathin dengan Allah sampaikan semua unek-unek yang ada dalam hati lalu ditutup dengan doa.

DO’A SOLAT TAHAJUD :

"Robbi adkhilni mudkhola sidqiw
wa akhrij ni mukhroja sidqiw

wa ja `al li miladunka sulthonan nashiro "

Ya Allah masukkanlah aku dengan masuk yang baik
keluarkanlah aku dengan keluar yang baik
dan berilah aku pertolongan langsung dari sisi Mu



Bila timbul masalah dalam sesuatu perkara maka mintaklah pertolongan dari Allah dengan mendirikan Solat Sunat Hajat. Solat Hajat banyak macam bentuknya dari segi bacaan dan tertib cara mengerjakannya. Rukun tetap sama .
Solat Hajat
Waktu mengerjakan Solat Sunat Hajat ini boleh siang atau malam,pagi atau petang
Lafaz niat :

Usolli Sunnatal Hajaati Rak'ataini Lilaahi Ta'ala, Allahu Akhbar
Sahaja aku solat sunat Hajat dua rakaat kerana Allah Ta'ala"
Pada rakaat pertama bacalah Al-Fatihah dan Surah Al-Kafirun
Rakaat kedua bacalah Al-Fatihah dengan Surah Al -Ikhlas
Teruslah lakukan hingga cukup 12 rakaat dan bererti mempunyai 6 salam
Pada rakaat yang terakhir(rakaat ke 12) sebelum memberi salam, iaitu setelah Tahyat akhir , sujud kembali dengan bertakbir. Dan membaca:
a) Al- Fatihah (7 kali )
b) Ayatul Kursi(7 kali)
c) Baca : (10 kali)

"Tiada Tuhan selain Allah Maha Esa Dia tiada sekutu baginya. Kepunyaan nyalah segala kerajaan / kekuasaan dan bagi nyalah segala pujian. Dan dia atas segala sesuatu Maha Berkuasa"
d) Kemudian baca:

" Wahai Ya Allah bahawasanya aku memohon akan engkau dengan keteguhan ikatan daripada Arasy Engkau dan rahmat dari kitab/hukum engkau, dan dengan nama engkau yang terapung dan wajah engkau yang maha tinggi dan kalimat-kalimat engkau yang maha sempurna, bahawa engkau penuhilah hajatku "
Setelah membaca doa tersebut mintakan apa-apa hajat dengan bersungguh-sungguh,dengan penuh pengharapan. Permohonan pada Allah cukup di sebut dalam hati. Kemudian bangkit dari Sujud sambil bertakbir dan terus memberi salam.

PANDUAN MELAKSANAKAN SOLAT HAJAT
& DOA KESEJAHTERAAN

SOLAT HAJAT

Solat sunnat Hajat dilaksanakan apabila seseorang ingin memohon sesuatu dari ALLAH s.w.t. Ianya dilaksanakan sebanyak dua rakaat diikuti dengan doa setelah memberi salam.

Di antara cara untuk menunaikan solat ini adalah seperti berikut:
Pada raka’at pertama selepas doa iftitah, baca surah Al-Fatihah diikuti dengan surah Al-Kafirun sebanyak 11 kali (atau boleh juga 3 kali).
Pada raka’at yang kedua, baca surah Al-Fatihah diikuti dengan surah Al-Ikhlas sebanyak 11 kali (atau boleh juga 3 kali). Selepas memberi salam, bacalah doa seperti berikut :





Ya Allah, sesungguhnya kami bermohon pertolongan Mu, kami meminta ampun dari Mu, kami memohon petunjuk dari Mu, kami beriman dengan Mu, kami berserah kepada Mu dan kami memuji Mu dengan segala kebaikan, kami mensyukuri dan tidak mengkufuri Mu, kami melepaskan diri daripada sesiapa yang durhaka kepada Mu.

Ya Allah, Engkau yang kami sembah dan kepada Engkau kami bersolat dan sujud, dan kepada Engkau jualah kami datang bergegas, kami mengharap rahmat Mu dan kami takut akan azab Mu kerana azab Mu yang sebenar akan menyusul mereka yang kufur.

Ya Allah, jauhkan kami dari bencana perang, bencana senjata yang memusnahkan, bencana segala macam penyakit dan kesusahan. Ya Allah, hentikanlah fitnah dan pertikaian yang terjadi di dunia hari ini. Bahawasanya fitnah ini boleh membawa bencana memusnahkan kesejahteraan dan keamanan.

Ya Allah, hindarkanlah umat manusia daripada sebarang perselisihan dan permusuhan yang membawa kepada kehilangan jiwa dan kerosakan hartabenda. Selamatkanlah institusi dan tempat-tempat suci Islam dari sebarang kemusnahan.

Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala keburukan dan janganlah Engkau jadikan kami tempat turunnya bencana, hindarkanlah kami dari segala bala kerana tidak sesiapa yang dapat menghindarkannya melainkan Engkau, ya Allah.

Ya Allah, dengan Rahmat Mu dan kasih sayang Mu, jauhkanlah kami daripada kekontangan air, kenaikan harga barang, kezaliman, fitnah dan ujian, wabak serta penyakit yang menular dan segala macam bala di negeri kami ini dan negeri-negeri mereka yang beriman serta negeri-negeri mereka yang cinta kepada keadilan dan keamanan.

Ya Allah, tiada Tuhan melainkan Engkau, Allah yang Maha Penyantun dan Pemurah. Maha Suci Allah, Tuhan Pemelihara ‘Arasy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru seluruh alam, kepada Mu kami memohon rahmatMu, dan pengampunan Mu, dan keselamatan dari setiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa meliputi diri kami, melainkan Engkau mengampuni kami dan tidak ada sesuatu kesempitan melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak ada pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang paling Pengasih dan Penyayang. (Jika ada hajat lain, boleh disebutkan di sini).

Cukuplah Allah sebagai pelindung bagi kami, Dialah sebaik-baik yang diharapkan. Sebaik-baik Pelindung dan Penolong. Selawat dan salam dari Allah ke atas penghulu kami Nabi Muhammad serta keluarga dan sahabatnya. Maha Suci Tuhan yang empunya kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan. Sejahtera atas sekalian Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

Al-Fatihah…..

Doa sholat hajat
DOA SELESAI SOLAT SUNAH HAJAT:
LAA ILAAHA ILLALLAAHUL HALIIMUL KARIIMU,SUBHAANALLAAHI RABBIL 'AR-SYIL 'AZHIIM, ALHAMDULILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN, AS-ALUKA MUUJIBAATIRAHMATIKA, WA'AZAAIMA MAGHFIRATIKA, WAL'ISHMATA MINKULLA DZANBIN, WAL-GHANIIMATA MIN KULLI ITSMIN, LAATADA'LII DZANBAN ILLAA GHAFARTAHUU, WALAA HAMMAN ILLAAFARRAJTAHUU, WALAA HAAJATAN HIYA LAKA RIDHAN ILLAQADHAITAHAA, YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.
ARTINYA: Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang MahaPenyantun lagi Maha Mulia, Maha suci Allah Tuhanpemelihara Arsy yang Agung, segala puji bagi Allah,Tuhan seluruh alam. KepadaMu aku memohon sesuatu yangmewajibkan rahmatMu dan sesuatu yang mendatangkankeampunanMu, serta terpeliharanya dosa-dosa,emmperoleh kebaikan pada tiap-tiap dosa, janganlahEngkau tinggalkan dosa pada diriku, melainkan Engkauampuni, dan kesusahan, melainkan Engkau beri jalankeluarnya, dan tidak pula suatu hjat yang mendapatkerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan, wahai TuhanYang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang.\


SHOLAT SUNNAH
SHOLAT HAJAT AGAR HAJATNYA DIKABULKAN ALLAH SWT.
________________________________________
Shalat Sunnah Hajat.
• Shalat Hajat adalah shalat sunah yang dilakukan karena ada suatu hajat / keperluan, baik keperluan duniawi atau keperluan ukhrawi. Agar hajat dikabulkan Allah, banyak cara yang dilakukan diantaranya adalah berdoa dan shalat.Shalat Hajat merupakan cara yang lebih spesifik untuk memohon kepada Allah agar dikabulkan segala hajat, karena arti shalat secara bahasa adalah doa.Firman Allah:"Dan mintalah pertolonganlah (kepada Allah) dengan sabar dan shalat" ( Al Baqarah : 45 ).
Cara Melaksakan Shalat Hajat :
Shalat hajat tidak mempunyai waktu tertentu, asal pada waktu yang tidak dilarang, misalnya setelah shalat Ashar atau setelah shalat Shubuh.Shalat hajat dilaksanakan dengan Munfarid (tidak berjamaah) minimal dua rokaat dan maksimal duabelas rakaat.Jika dilaksanakan pada malam hari maka setiap dua rakaat sekali salam dan jika dilaksanakan pada siang hari maka boleh empat rakaat dengan sekali salam dan seterusnya.Sabda Nabi saw:"Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat" ( HR.Ahmad ).
• > Niat shalat Hajat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram
• > "Aku niat shalat sunah hajat karena Allah"
• > Membaca doa Iftitah
• > Membaca surat al Fatihah
• > Membaca salah satu surat didalam al quran.Afadhalnya, rokaat pertama membaca surat al Ikhlas dan rakaat kedua membaca ayat kursi (surat al Baqarah:255).
• > Ruku' sambil membaca Tasbih tiga kali
• > I'tidal sambil membaca bacaannya
• > Sujud yang pertama sambil membaca Tasbih tiga kali
• > Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya.
• > Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.
> Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali.Jika dilaksakan empat rakaat dengan satu salam maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai Tasyahhud awal, kemudian lanjutkan rokaat ke tiga dan ke empat, lalu Tasyhhud akhir setelah selesai membaca salam dua kali.
> Setelah selesai shalat Hajat bacalah zikir yang mudah dan berdoa sampaikan hajat yang kita inginkan kemudian mohon petunjuk kepada Allah agar tecapai segala hajatnya.

SHALAT ISTIKHARAH
solat itikharah, selalu tak kita buat? mostly, kita rasa solat ni harus dibuat biler confuse, keliru, and buntu pasal jodoh kan? tapi percayalah, olat istikharah bukan utk tu sahaja, malah, its for anything at all yang kita lakukan..

Mahfum Hadis: Dari Jabir ra., ia berkata: “Nabi pernah mengajarkan kepada kami Istikharah dalam berbagai urusan, seperti mengajarkan sebuah surah dalam Al Quran. Kalau seseorang dari kamu menghendaki sesuatu, maka hendaklah ia solat dua rakaat, kemudian berdoa:

“Ya Allah! Aku mohon pemilihan Mu menerusi pengetahuan Mu dan aku mohon kekuatan Mu menerusi kudrat Mu serta aku minta pada Mu sebahagian dari limpah kurnia Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau amat berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau amat mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan sesungguhnya Engkau amat mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah kiranya Engkau mengetahui bahawa perkara ini adalah baik bagiku dalam urusan agama ku juga dalam urusan penghidupan ku serta natijah pada urusan ku, kini dan akan datang, maka tetapkan lah ia bagi ku dan permudahkanlah ia untukku, serta berkatilah daku padanya. Dan kiranya Engkau mengetahui bahawa perkara ini membawa kejahatan kepadaku dalam urusan agamaku, juga dalam urusan penghidupanku dan natijah urusanku, kini dan akan datang, maka elakkanlah ia dariku dan tetapkanlah kebaikan untukku sebagaimana sepatutnya, kemudian jadikanlah daku meredhainya.”

Doa solat istikharah


Doa Istikharah bererti:
Memohon semoga Allah menunjukkan keputusan yang terbaik untuk dilaksanakan.


Kata Jabir bin Abdullah: Rasulullah s.a.w. mengajar kami beristikharah dalam semua pekerjaan seperti baginda mengajar kami satu surah dari Al-Quran, sabdanya: "Apabila seseorang kamu mempunyai rancangan untuk melakukan sesuatu hendaklah dia melakukan solat sunat dua rakaat, kemudian bacalah doa ini:




"Ya Allah, aku memohon petunjuk daripadaMu dengan ilmuMu dan aku memohon ketentuan daripadaMu dengan kekuasaanMu dan aku memohon daripadaMu akan limpah kurniaanMu yang besar. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa dan Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan Engkaulah Yang Maha Mengetahu segala perkara yang ghaib. Ya Allah, seandainya Engkau mengetahui bahawasanya urusan ini (sebutkan..) adalah bagiku pada agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku sama ada cepat atau lambat, takdirkanlah ia bagiku dan permudahkanlah serta berkatlah bagiku padanya da seandainya Engkau mengetahui bahawa urusan ini (sebutkan..) mendatangkan keburukan bagiku pada agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku sama ada cepat atau lambat, maka jauhkanlah aku daripadanya dan takdirkanlah kebaikan untukku dalam sebarang keadaan sekalipun kemudian redhailah aku dengannya".

(sebutkan urusan yang dimaksudkan di tempat yang bertitik).


Tidak akan menyesal sesiapa yang bertanyakan penciptanya dan berbincang dengan orang-orang mukmin kemudian berhati-hati dalam menangani persoalannya.
Allah telah berfirman:


"Dan berbincanglah dengan mereka (para sahabat) dalam urusan itu (peperangan, ekonomi, politik dll). Apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah".


Solat Istikharah
Seseorang yang menghadapi sesuatu soal yang bersifat mudah, sedang ia sendiri masih ragu-ragu mana sebaiknya dilakukan, maka di sunatkan mengerjakan solat yang bukan termasuk wajib.
Solat itu boleh saja di waktu mengerjakan sunat Rawatib atau Tahiyatul-masjid dan boleh pula di waktu malam atau pun siang, sedang bacaan sehabis Al-Fatihah dapat dipilih sekehendaknya.
Niat Solat Istikharah
Sengaja aku mengerjakan sembahyang istikharah dua rakaat kerana Allah Ta'ala










Doa Solat Istikharah

Ya Allah, saya memohonkan pilihan menurut pengetahuanMu dan memohonkan penetapan dengan kesuasaanMu juga saya memohonkan kurniaMu yang besar, sebab sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui dan saya tidak mengetahui apa-apa. Engkau Maha Mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah, jikalau di dalam ilmuMu bahawa urusan saya ini........baik untukku dalam agamaku, kehidupanku serta akibat urusanku, maka takdirkanlah untukku dan mudahkanlah serta berikanlah berkah kepadaku di dalamnya. Sebaliknya jikala di dalam ilmumu bahawa urusan ini buruk untukku, dalam agamaku, kehidupan serta akibat urusanku, maka jauhkanlah hal itu daripadaku dan jauhkanlah aku daripadanya serta takdirkanlah untukku yang baik-baik saja dimana saja adanya, kemudian puaskanlah hatiku dengan takdirMu itu."

Doa Sholat Istikharah
Ditulis pada 21 Agustus 2007 oleh Abu Tilmidz | Sunniy Salafy
Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu berkata: Adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surah Al-Quran. Beliau bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua rakaat, kemudian bacalah doa ini:

SHALAT SUNNAH RAWATIB

Artikel dari Rahmat blog

Sesungguhnya di balik disyariatkannya salat sunnah terdapat hikmah-hikmah yg agung dan rahasia yg sangat banyak di antaranya utk menambah kebajikan dan meninggikan derajat seseorang. Salat sunah juga berfungsi sebagai penutup segala kekurangan dalam pelaksanaan salat fardu. Salat sunah jugaa mempunyai keutamaan yg agung kedudukan yg tinggi yg tidak terdapat pada ibadah-ibadah lainnya serta hikmah-hikmah yg lain. Dari Rabi’ah bin Ka’b al-Aslami pelayan Rasulullah saw berkata “Aku pernah menginap bersama Rasulullah saw kemudian aku membawakan air wudu utk beliau serta kebutuhannya yg lain. Beliau bersabda ‘Mintalah kepadaku’ maka aku katakan kepada beliau ‘Aku minta agar bisa bersamamu di Surga’ beliau bersabda ‘Ataukah permintaan yg lain?’ Aku katakan ‘Itu saja’. Beliau bersabda ‘Kalau begitu bantulah aku atas dirimu dgn banyak bersujud ‘.” . Dari Abu Hurairah ra ia berkata “Rasulullah saw bersabda ‘Sesungguhnya amal seorang hamba yg pertama kali di hisab pada hari Kiamat nanti adl salatnya apabila salatnya baik maka sungguh dia telah beruntung dan selamat dan jika salatnya rusak maka dia akan kecewa dan merugi. Apabila salat fardunya kurang sempurna maka Allah berfirman ‘Apakah hamba-Ku ini mempunyai salat sunnah? Maka tutuplah kekurangan salat fardu itu dgn salat sunnahnya.’ Kemudian begitu pula dgn amalan-amalan lainnya yg kurang’.” . Pembagian Salat-Salat Sunnah Salat sunnah terbagi menjadi dua yaitu salat sunnah mutlak dan salat sunnah muqayyad. Salat sunnah mutlak itu dilakukan hanya dgn niat salat sunnah saja tanpa dikaitkan dgn yg lain. Adapun salat sunnah muqayyad di antaranya ada yg disyariatkan sebagai penyerta salat fardu yaitu yg biasa disebut dgn salat sunnah rawatib mencakup salat sunnah Subuh Dzuhur Ashar Maghrib dan Isya. Ada juga salat Dhuha salat ‘Idain salat Kusuf dan Khusuf salat Hajah salat Istikharah dan salat-salat sunnah yg lain. Adapun salat sunnah rawatib maka salat tersebut ada 18 rakaat. Pertama qobliyah Dzuhur empat rakaat dgn dua kali salam. Adapun ba’diyah Dzuhur empat rakaat juga dgn dua kali salam. Kedua qobliyah Ashar empat rakaat dgn dua kali salam. Adapun ba’diyahnya tidak ada. Karena salat sunat setelah salat Asar tidak diperbolehkan kecuali salat yg mempunyai sebab tertentu seperti salat sunnah Tahiyatul Masjid salat Jenazah salat sunnah Wudhu dan lain-lain. Salat-salat tersebut boleh dilakukan setelah Ashar krn mempunyai sebab-sebab khusus. Ketiga qobliyah Maghrib dua rakaat dgn satu kali salam. Demikian pula salat ba’diyahnya yaitu dua rakaat dgn satu kali salam. Keempat qobliyah Isya empat rakaat dgn dua kali salam. Untuk ba’diyahnya cukup dua rakaat dgn satu kali salam. Kelima qobliyah Subuh dua rakaat dgn satu kali salam. Seperti halnya salat Asar maka dalam salat Subuh ini tidak ada salat ba’diyahnya. Bahkan setelah salat Subuh-sebagaimana setelah salat Asar-diharamkan pula melakukan salat sunnah apa pun kecuali salat sunnah yg mempunyi sebab tertentu . Keutamaan Salat Sunnah Rawatib Dari Ummu Habibah ra ia berkata “Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda ‘Tidaklah seorang hamba muslim melaksanakan salat sunnah krn Allah sebanyak dua belas rakaat tiap harinya kecuali Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di Surga’.” . Penjelasan tentang Sunnah Rawatib Dari Ummu Habibah ra ia berkata “Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda ‘Barangsiapa salat dalam sehari semalam dua belas rakaat akan dibangun untuknya rumah di Surga yaitu empat rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat sesudahnya dua rakaat sesudah maghrib dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebelum salat Subuh’.” . Dari Ibnu Umar ra dia berkata “Aku salat bersama Rasulullah saw dua rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat sesudahnya dua rakaat sesudah Jumat dua rakaat sesudah Maghrib dan dua rakaat sesudah Isya’.” . Dari Abdullah bin Mughaffal ra ia berkata “Bersabda Rasulullah saw ‘Di antara dua azan itu ada salat di antara dua azan itu ada salat di antara dua azan itu ada salat’. Kemudian pada ucapannya yg ketiga beliau menambahkan ‘bagi yg mau’.” . Dari Ummu Habibah ra ia berkata “Rasulullah saw bersabda ‘Barangsiapa yg menjaga empat rakaat sebelum Dzuhur dan empat rakaat sesudahnya Allah mengharamkannya dari api Neraka’.” . Dari Ibnu Umar ra bahwa Nabi saw bersabda “Semoga Allah memberi rahmat bagi orang yg salat empat rakaat sebelum Ashar.” . Salat Witir Salat-salat sunnah yg kita sebutkan di atas merupakan salat sunnah rawatib yg sangat ditekankan. Selain itu ada juga salat sunnah mu’akkadah yg tidak boleh ditinggalkan begitu saja salah satunya adl salat witir yaitu salat sunnah yg wakatunya dari setelah Isya hingga menjelang Subuh. Sumber Diadaptasi dari Tuntutan Shalat Menurut Alquran dan Sunnah Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
sumber file al_islam.chm

LIMA FAEDAH PUASA SYAWAL

Artikel www.muslim.or.id, dipublish ulang oleh www.rumaysho.com


Alhamdulillah
, kita saat ini telah berada di bulan Syawal. Kita juga sudah mengetahui ada amalan utama di bulan ini yaitu puasa enam hari di bulan Syawal. Apa saja faedah melaksanakan puasa tersebut? Itulah yang akan kami hadirkan ke tengah-tengah pembaca pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat.
Faedah pertama: Puasa syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”[1]
Para ulama mengatakan bahwa berpuasa seperti setahun penuh asalnya karena setiap kebaikan semisal dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Bulan Ramadhan (puasa sebulan penuh, -pen) sama dengan (berpuasa) selama sepuluh bulan (30 x 10 = 300 hari = 10 bulan) dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan (berpuasa) selama dua bulan (6 x 10 = 60 hari = 2 bulan).[2] Jadi seolah-olah jika seseorang melaksanakan puasa Syawal dan sebelumnya berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, maka dia seperti melaksanakan puasa setahun penuh. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا) »
“Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal][3].”[4] Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisal dan inilah balasan kebaikan yang paling minimal.[5] Inilah nikmat yang luar biasa yang Allah berikan pada umat Islam.
Cara melaksanakan puasa Syawal adalah:
  1. Puasanya dilakukan selama enam hari.
  2. Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.
  3. Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.
  4. Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh. Dan ingatlah puasa Syawal adalah puasa sunnah sedangkan qodho’ Ramadhan adalah wajib. Sudah semestinya ibadah wajib lebih didahulukan daripada yang sunnah.
Faedah kedua: Puasa syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib
Yang dimaksudkan di sini bahwa puasa syawal akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada puasa wajib di bulan Ramadhan sebagaimana shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib. Amalan sunnah seperti puasa Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini. Inilah yang dialami setiap orang dalam puasa Ramadhan, pasti ada kekurangan yang mesti disempurnakan dengan amalan sunnah.[6]
Faedah ketiga: Melakukan puasa syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan
Jika Allah subhanahu wa ta’ala menerima amalan seorang hamba, maka Dia akan menunjuki pada amalan sholih selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Dia akan tunjuki untuk melakukan amalan sholih lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal.[7] Hal ini diambil dari perkataan sebagian salaf,
مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا
“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”[8]
Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan perkataan salaf lainnya, ”Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”[9]
Renungkanlah! Bagaimana lagi jika seseorang hanya rajin shalat di bulan Ramadhan (rajin shalat musiman), namun setelah Ramadhan shalat lima waktu begitu dilalaikan? Pantaskah amalan orang tersebut di bulan Ramadhan diterima?!
Al Lajnah Ad Da-imah Lil Buhuts ’Ilmiyyah wal Ifta’ (komisi fatwa Saudi Arabia) mengatakan, ”Adapun orang yang melakukan puasa Ramadhan dan mengerjakan shalat hanya di bulan Ramadhan saja, maka orang seperti ini berarti telah melecehkan agama Allah. (Sebagian salaf mengatakan), “Sejelek-jelek kaum adalah yang mengenal Allah (rajin ibadah, pen) hanya pada bulan Ramadhan saja.” Oleh karena itu, tidak sah puasa seseorang yang tidak melaksanakan shalat di luar bulan Ramadhan. Bahkan orang seperti ini (yang meninggalkan shalat) dinilai kafir dan telah melakukan kufur akbar, walaupun orang ini tidak menentang kewajiban shalat. Orang seperti ini tetap dianggap kafir menurut pendapat ulama yang paling kuat.”[10] Hanya Allah yang memberi taufik.
Faedah keempat: Melaksanakan puasa syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah
Nikmat apakah yang disyukuri? Yaitu nikmat ampunan dosa yang begitu banyak di bulan Ramadhan. Bukankah kita telah ketahui bahwa melalui amalan puasa dan shalat malam selama sebulan penuh adalah sebab datangnya ampunan Allah, begitu pula dengan amalan menghidupkan malam lailatul qadr di akhir-akhir bulan Ramadhan?!
Ibnu Rajab mengatakan, ”Tidak ada nikmat yang lebih besar dari pengampunan dosa yang Allah anugerahkan.”[11] Sampai-sampai Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam pun yang telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan akan datang banyak melakukan shalat malam. Ini semua beliau lakukan dalam rangka bersyukur atas nikmat pengampunan dosa yang Allah berikan. Ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya oleh istri tercinta beliau yaitu ’Aisyah radhiyallahu ’anha mengenai shalat malam yang banyak beliau lakukan, beliau pun mengatakan,
أَفَلاَ أُحِبُّ أَنْ أَكُونَ عَبْدًا شَكُورًا
”Tidakkah aku senang menjadi hamba yang bersyukur?”[12]
Begitu pula di antara bentuk syukur karena banyaknya ampunan di bulan Ramadhan, di penghujung Ramadhan (di hari Idul fithri), kita dianjurkan untuk banyak berdzikir dengan mengangungkan Allah melalu bacaan takbir ”Allahu Akbar”. Ini juga di antara bentuk syukur sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertakwa pada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185)
Begitu pula para salaf seringkali melakukan puasa di siang hari setelah di waktu malam mereka diberi taufik oleh Allah untuk melaksanakan shalat tahajud.
Ingatlah bahwa rasa syukur haruslah diwujudkan setiap saat dan bukan hanya sekali saja ketika mendapatkan nikmat. Namun setelah mendapatkan satu nikmat, kita butuh pada bentuk syukur yang selanjutnya. Ada ba’it sya’ir yang cukup bagus: ”Jika syukurku pada nikmat Allah adalah suatu nikmat, maka untuk nikmat tersebut diharuskan untuk bersyukur dengan nikmat yang semisalnya”.
Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan, ”Setiap nikmat Allah berupa nikmat agama maupun nikmat dunia pada seorang hamba, semua itu patutlah disyukuri. Kemudian taufik untuk bersyukur tersebut juga adalah suatu nikmat yang juga patut disyukuri dengan bentuk syukur yang kedua. Kemudian taufik dari bentuk syukur yang kedua adalah suatu nikmat yang juga patut disyukuri dengan syukur lainnya. Jadi, rasa syukur akan ada terus sehingga seorang hamba merasa tidak mampu untuk mensyukuri setiap nikmat. Ingatlah, syukur yang sebenarnya adalah apabila seseorang mengetahui bahwa dirinya tidak mampu untuk bersyukur (secara sempurna).”[13]
Faedah kelima: Melaksanakan puasa syawal menandakan bahwa ibadahnya kontinu dan bukan musiman saja[14]
Amalan yang seseorang lakukan di bulan Ramadhan tidaklah berhenti setelah Ramadhan itu berakhir. Amalan tersebut seharusnya berlangsung terus selama seorang hamba masih menarik nafas kehidupan.
Sebagian manusia begitu bergembira dengan berakhirnya bulan Ramadhan karena mereka merasa berat ketika berpuasa dan merasa bosan ketika menjalaninya. Siapa yang memiliki perasaan semacam ini, maka dia terlihat tidak akan bersegera melaksanakan puasa lagi setelah Ramadhan karena kepenatan yang ia alami. Jadi, apabila seseorang segera melaksanakan puasa setelah hari ’ied, maka itu merupakan tanda bahwa ia begitu semangat untuk melaksanakan puasa, tidak merasa berat dan tidak ada rasa benci.
Ada sebagian orang yang hanya rajin ibadah dan shalat malam di bulan Ramadhan saja, lantas dikatakan kepada mereka,
بئس القوم لا يعرفون لله حقا إلا في شهر رمضان إن الصالح الذي يتعبد و يجتهد السنة كلها
“Sejelek-jelek orang adalah yang hanya rajin ibadah di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang yang sholih adalah orang yang rajin ibadah dan rajin shalat malam sepanjang tahun”. Ibadah bukan hanya di bulan Ramadhan, Rajab atau Sya’ban saja.
Asy Syibliy pernah ditanya, ”Bulan manakah yang lebih utama, Rajab ataukah Sya’ban?” Beliau pun menjawab, ”Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Sya’baniyyin.” Maksudnya adalah jadilah hamba Rabbaniy yang rajin ibadah di setiap bulan sepanjang tahun dan bukan hanya di bulan Sya’ban saja. Kami kami juga dapat mengatakan, ”Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Romadhoniyyin.” Maksudnya, beribadahlah secara kontinu (ajeg) sepanjang tahun dan jangan hanya di bulan Ramadhan saja. Semoga Allah memberi taufik.
’Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyah mengenai amalan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, ”Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?” ’Aisyah menjawab,
لاَ. كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً
”Beliau tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk beramal. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (ajeg).”[15]
Amalan seorang mukmin barulah berakhir ketika ajal menjemput. Al Hasan Al Bashri mengatakan, ”Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menjadikan ajal (waktu akhir) untuk amalan seorang mukmin selain kematian.” Lalu Al Hasan membaca firman Allah,
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
”Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).” (QS. Al Hijr: 99).[16] Ibnu ’Abbas, Mujahid dan mayoritas ulama mengatakan bahwa ”al yaqin” adalah kematian. Dinamakan demikian karena kematian itu sesuatu yang diyakini pasti terjadi. Az Zujaaj mengatakan bahwa makna ayat ini adalah sembahlah Allah selamanya. Ahli tafsir lainnya mengatakan, makna ayat tersebut adalah perintah untuk beribadah kepada Allah selamanya, sepanjang hidup.[17]
Sebagai penutup, perhatikanlah perkataan Ibnu Rajab berikut, ”Barangsiapa melakukan dan menyelesaikan suatu ketaaatan, maka di antara tanda diterimanya amalan tersebut adalah dimudahkan untuk melakukan amalan ketaatan lainnya. Dan di antara tanda tertolaknya suatu amalan adalah melakukan kemaksiatan setelah melakukan amalan ketaatan. Jika seseorang melakukan ketaatan setelah sebelumnya melakukan kejelekan, maka kebaikan ini akan menghapuskan kejelekan tersebut. Yang sangat bagus adalah mengikutkan ketaatan setelah melakukan ketaatan sebelumnya. Sedangkan yang paling jelek adalah melakukan kejelekan setelah sebelumnya melakukan amalan ketaatan. Ingatlah bahwa satu dosa yang dilakukan setelah bertaubat lebih jelek dari 70 dosa yang dilakukan sebelum bertaubat. ... Mintalah pada Allah agar diteguhkan dalam ketaatan hingga kematian menjemput. Dan mintalah perlindungan pada Allah dari hati yang terombang-ambing.”[18]
Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk istiqomah dalam ketaatan hingga maut menjemput. Hanya Allah yang memberi taufik. Semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan dan memudahkan kita untuk menyempurnakannya dengan melakukan puasa Syawal.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Diselesaikan di Batu Merah, kota Ambon, 4 Syawal 1430 H
***
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal